By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Follow US
Home » Blog » Sering Naik Tangga Bisa Bantu Jaga Jantung, Ini Temuan Studi Terbaru
Gaya Hidup Sehat

Sering Naik Tangga Bisa Bantu Jaga Jantung, Ini Temuan Studi Terbaru

Keyla Arjuna
Last updated: August 28, 2026 5:23 am
By
Keyla Arjuna
Share
9 Min Read
SHARE

Naik Tangga Ternyata Punya Manfaat Besar

fitnesid – Memilih tangga daripada lift mungkin terlihat seperti perubahan kecil dalam rutinitas sehari-hari. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana tersebut berkaitan dengan kesehatan jantung yang lebih baik. Analisis terhadap lebih dari 480.000 orang menemukan bahwa mereka yang rutin naik tangga memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah dibandingkan orang yang jarang melakukan aktivitas tersebut.

Contents
  • Naik Tangga Ternyata Punya Manfaat Besar
  • Studi Melibatkan Lebih dari 480 Ribu Orang
  • Mengapa Naik Tangga Bisa Menjadi Aktivitas Fisik?
  • Risiko Kematian Kardiovaskular Lebih Rendah
  • Enam Lantai Sehari Jadi Sorotan
  • Tidak Harus Menunggu Olahraga Formal
  • Naik Tangga Bukan Solusi Tunggal untuk Jantung
  • Siapa yang Perlu Berhati-hati?
  • Kebiasaan Kecil Bisa Jadi Langkah Awal

Penelitian tersebut terbit dalam American Journal of Cardiovascular Drugs dan melibatkan data dari sembilan studi. Para peneliti menggabungkan hasil penelitian yang melibatkan 480.479 peserta dengan rentang usia sekitar 35 hingga 84 tahun. Masa pemantauan median dalam kumpulan data tersebut mencapai 14 tahun.

Hasilnya cukup menarik. Orang yang rutin naik tangga memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 39 persen lebih rendah. Mereka juga memiliki risiko kematian dari berbagai penyebab 24 persen lebih rendah dibandingkan kelompok yang lebih jarang naik tangga.

Studi Melibatkan Lebih dari 480 Ribu Orang

Para peneliti melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap penelitian yang membahas hubungan antara kebiasaan naik tangga dan kesehatan kardiovaskular. Dari banyak penelitian yang mereka telusuri, sembilan studi memenuhi kriteria untuk masuk dalam analisis akhir.

Kelompok peserta memiliki karakteristik yang cukup beragam. Penelitian mencakup orang sehat maupun peserta yang sudah mempunyai riwayat masalah jantung. Rentang usia peserta juga cukup luas, yaitu sekitar 35 sampai 84 tahun. Kondisi tersebut membuat hasil penelitian memberikan gambaran yang cukup luas mengenai hubungan aktivitas naik tangga dengan kesehatan.

Para peneliti kemudian membandingkan orang yang rutin naik tangga dengan mereka yang lebih jarang melakukannya. Hasil analisis menunjukkan pola yang konsisten terhadap risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan kematian dari semua penyebab.

Namun, ada hal penting yang perlu dipahami. Penelitian ini menunjukkan hubungan antara kebiasaan naik tangga dan risiko kesehatan yang lebih rendah. Hasil tersebut belum membuktikan bahwa aktivitas naik tangga secara langsung menyebabkan penurunan risiko tersebut.

Orang yang rajin naik tangga mungkin juga mempunyai kebiasaan sehat lain. Mereka bisa saja lebih aktif secara keseluruhan, memiliki pola makan berbeda, atau mempunyai kondisi kesehatan yang berbeda. Karena itu, pembaca tidak sebaiknya menganggap angka 39 persen sebagai jaminan manfaat bagi setiap orang.

Mengapa Naik Tangga Bisa Menjadi Aktivitas Fisik?

Naik tangga membuat tubuh bekerja melawan gravitasi. Gerakan tersebut melibatkan otot kaki sekaligus membuat tubuh membutuhkan lebih banyak energi dibandingkan ketika berjalan santai di permukaan datar.

Aktivitas tersebut juga dapat meningkatkan denyut jantung dan membuat tubuh bekerja lebih keras dalam waktu relatif singkat. Karena itu, naik tangga dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menambah aktivitas fisik dalam rutinitas harian.

Hal ini menjadi penting karena banyak orang merasa kesulitan menyediakan waktu khusus untuk berolahraga. Pergi ke gym membutuhkan waktu perjalanan, persiapan, serta jadwal yang konsisten. Naik tangga tidak membutuhkan peralatan khusus atau biaya keanggotaan.

Seseorang dapat memanfaatkan tangga di rumah, kantor, sekolah, pusat perbelanjaan, atau tempat umum lainnya. Kebiasaan kecil tersebut kemudian dapat menambah jumlah aktivitas fisik dalam satu hari.

Risiko Kematian Kardiovaskular Lebih Rendah

Temuan terbesar dari penelitian ini berkaitan dengan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Kelompok yang rutin naik tangga memiliki risiko 39 persen lebih rendah dibandingkan kelompok yang lebih jarang melakukan aktivitas tersebut.

Angka tersebut menjadi perhatian karena penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di berbagai negara. Aktivitas fisik secara umum memang mempunyai peran penting dalam menjaga kebugaran jantung dan pembuluh darah.

Selain angka kematian kardiovaskular, analisis tersebut juga menemukan hubungan antara kebiasaan naik tangga dengan risiko kematian dari semua penyebab yang 24 persen lebih rendah.

Peneliti juga menemukan hubungan dengan sejumlah kondisi kardiovaskular seperti serangan jantung, stroke, dan gagal jantung. Namun, data untuk kondisi tersebut berasal dari penelitian dengan metode dan pengukuran yang berbeda sehingga hasilnya perlu dibaca secara hati-hati.

Enam Lantai Sehari Jadi Sorotan

Salah satu bagian yang menarik dari penelitian ini berkaitan dengan jumlah tangga. Beberapa studi dalam analisis menunjukkan bahwa semakin banyak aktivitas naik tangga, semakin besar potensi manfaatnya.

Salah satu penelitian menemukan adanya titik ketika manfaat tampak mencapai batas tertentu, yaitu sekitar enam lantai tangga per hari atau kurang lebih 60 sampai 70 anak tangga. Setelah titik tersebut, tambahan jumlah tangga tidak menunjukkan penurunan risiko yang semakin besar dalam analisis tersebut.

Namun, angka enam lantai tidak sebaiknya dianggap sebagai target wajib untuk semua orang. Peneliti sendiri masih membutuhkan lebih banyak data untuk menentukan jumlah tangga yang paling optimal.

Kondisi fisik setiap orang juga berbeda. Seseorang yang terbiasa melakukan aktivitas fisik mungkin mampu naik beberapa lantai tanpa masalah. Sebaliknya, orang yang jarang bergerak perlu meningkatkan aktivitas secara bertahap.

Tidak Harus Menunggu Olahraga Formal

Salah satu pesan menarik dari penelitian ini adalah pentingnya aktivitas fisik sehari-hari. Olahraga tidak selalu harus berlangsung dalam sesi khusus selama 30 atau 60 menit.

Memilih tangga daripada lift menjadi contoh bagaimana seseorang dapat menambah gerakan tanpa mengubah seluruh jadwal harian. Kebiasaan tersebut juga dapat dikombinasikan dengan aktivitas lain seperti berjalan kaki, bersepeda, membersihkan rumah, atau melakukan latihan kekuatan.

Bagi orang yang mempunyai pekerjaan dengan banyak waktu duduk, perubahan kecil seperti ini dapat membantu meningkatkan jumlah gerakan sepanjang hari.

Meski begitu, naik tangga bukan pengganti seluruh aktivitas olahraga. Tubuh tetap membutuhkan variasi gerakan agar kebugaran secara keseluruhan berkembang. Latihan kardio, latihan kekuatan, fleksibilitas, dan aktivitas sehari-hari dapat saling melengkapi.

Naik Tangga Bukan Solusi Tunggal untuk Jantung

Meskipun hasil penelitian terlihat menjanjikan, kesehatan jantung tidak hanya bergantung pada satu kebiasaan. Pola makan, kualitas tidur, berat badan, tekanan darah, kadar kolesterol, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta tingkat aktivitas fisik secara keseluruhan juga dapat memengaruhi kesehatan .

Karena itu, seseorang tidak bisa mengandalkan naik tangga saja untuk menjaga kesehatan jantung.

Kebiasaan tersebut lebih tepat dianggap sebagai salah satu cara sederhana untuk membuat tubuh lebih aktif. Jika seseorang sudah terbiasa naik lift setiap hari, menggantinya dengan tangga pada situasi yang memungkinkan dapat menjadi langkah kecil menuju rutinitas yang lebih aktif.

Perubahan kecil juga lebih mudah dipertahankan ketika seseorang memasukkannya ke dalam aktivitas sehari-hari. Tidak semua orang membutuhkan perubahan besar untuk mulai bergerak lebih banyak.

Siapa yang Perlu Berhati-hati?

Naik tangga memang praktis, tetapi aktivitas ini tidak cocok untuk semua orang dalam kondisi yang sama. Orang dengan masalah mobilitas, nyeri sendi tertentu, atau kondisi kesehatan yang membatasi aktivitas fisik perlu mempertimbangkan kemampuan tubuh sebelum meningkatkan intensitas olahraga.

Beberapa laporan mengenai penelitian tersebut juga mengingatkan bahwa orang dengan masalah mobilitas atau kondisi seperti osteoartritis sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai rutinitas aktivitas baru yang lebih berat.

Bagi orang yang mempunyai kondisi kesehatan tertentu, aktivitas fisik sebaiknya mengikuti rekomendasi dokter atau tenaga kesehatan. Tidak perlu memaksakan diri mengejar jumlah lantai tertentu hanya karena penelitian menemukan hubungan dengan manfaat kesehatan.

Kebiasaan Kecil Bisa Jadi Langkah Awal

Temuan terbaru mengenai naik tangga memberikan pesan sederhana: aktivitas fisik tidak selalu membutuhkan tempat khusus atau peralatan mahal. Memilih tangga ketika tubuh mampu melakukannya dapat menjadi salah satu cara untuk menambah gerakan dalam rutinitas harian.

Analisis terhadap lebih dari 480.000 peserta menemukan bahwa kebiasaan naik tangga berkaitan dengan risiko kematian kardiovaskular 39 persen lebih rendah dan risiko kematian dari semua penyebab 24 persen lebih rendah.

Meski demikian, hasil tersebut tidak berarti naik tangga secara otomatis mencegah penyakit jantung. Penelitian ini terutama menunjukkan hubungan antara kebiasaan tersebut dan hasil kesehatan yang lebih baik.

Karena itu, cara terbaik memanfaatkan temuan ini adalah menjadikannya motivasi untuk lebih aktif. Jika tersedia pilihan antara lift dan tangga serta kondisi tubuh memungkinkan, menaiki tangga dapat menjadi pilihan sederhana untuk menambah aktivitas fisik.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan jantung membutuhkan kebiasaan yang konsisten. Naik tangga hanyalah salah satu bagian dari gaya hidup aktif yang dapat dipadukan dengan olahraga rutin, pola makan seimbang, tidur cukup, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

TAGGED:aktivitas fisikfitnessgaya hidup sehatkesehatan jantungkesehatan kardiovaskularmanfaat naik tangganaik tanggaOlahraga
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Kebutuhan Serat Harian untuk Orang Aktif Berolahraga

Kalau bicara soal pola makan untuk orang yang rutin olahraga, perhatian biasanya…

Deload Week: Kapan Tubuh Perlu Mengurangi Intensitas Latihan?

Semangat latihan memang bagus. Apalagi ketika progres mulai terasa, beban bertambah, repetisi…

Latihan Kekuatan untuk Pemula: Fondasi Gerakan, Progres, dan Pemulihan

Mulai dari Teknik Sebelum Mengejar Beban FitnesID membahas fitness, kesehatan, latihan, serta…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Transformasi Pemulihan Olahraga: Dari Rebahin ke Terapi Aktif
Fitness & Olahraga

4 Metode Pemulihan Olahraga yang Wajib Masuk Rutinitas Gym

By
Rania Arkan
Micro-therapy
Gaya Hidup Sehat

Micro-therapy: Solusi Terapi Singkat Efektif untuk Gen Z

By
Alika Reyhan
grass-fed vs grain-fed
Nutrisi & Diet

3 Manfaat Daging Sapi Grass-Fed yang Jarang Diketahui

By
Kiara Rangga
Ilustrasi orang jalan cepat di taman pagi hari
Gaya Hidup Sehat

Jalan Kaki Cepat: Olahraga Paling Underrated

By
Zahra Dimas
https://fitnesid.com/
Facebook Twitter Pinterest Youtube Instagram
Company
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Privacy Policy
  • Contact US
More Info
  • fitnesid.com

FitnesID.com

Portal Informasi Kesehatan, Fitness, dan Gaya Hidup Sehat

Join Community

Copyright © 2026 fitnesid.com, All Rights Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?