By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Follow US
Home » Blog » RPE dan RIR: Cara Mengatur Beban Latihan Tanpa Tebak-tebakan
Fitness & Olahraga

RPE dan RIR: Cara Mengatur Beban Latihan Tanpa Tebak-tebakan

Keyla Arjuna
Last updated: September 10, 2026 1:23 am
By
Keyla Arjuna
Share
8 Min Read
RPE dan RIR untuk mengatur beban latihan secara lebih terukur saat latihan beban
SHARE

Pernah selesai satu set lalu bingung apakah bebannya terlalu ringan atau justru sudah terlalu berat? Di sinilah RPE dan RIR bisa membantu. Dua istilah ini sering muncul dalam program latihan karena memberi cara sederhana untuk menilai seberapa berat sebuah set berdasarkan kemampuan kita saat itu.

Contents
  • Apa Itu RPE dan RIR?
    • RPE: Seberapa Berat Set Ini Terasa?
    • RIR: Berapa Repetisi yang Masih Tersisa?
  • Hubungan RPE dan RIR
  • Cara Menggunakan RPE dan RIR Saat Latihan
    • Jangan Terlalu Sibuk Menghitung pada Repetisi Pertama
    • Catat Hasil Latihan
  • Kenapa Tidak Selalu Harus Latihan Sampai Mentok?
  • Contoh RPE dan RIR dalam Latihan Nyata
  • RPE Bisa Berubah Meski Bebannya Sama
  • Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memakai RPE
    • Butuh Waktu untuk Mengenali Tubuh
  • Apakah Pemula Bisa Menggunakan RPE dan RIR?
  • Jangan Lupakan Recovery
  • RPE dan RIR Membuat Latihan Lebih Terukur

Menariknya, kamu tidak harus menjadi atlet untuk memakainya. Bahkan buat orang yang baru mulai latihan beban, memahami RPE dan RIR bisa membantu memilih beban dengan lebih masuk akal daripada sekadar mengikuti angka milik orang lain.

Apa Itu RPE dan RIR?

RPE dan RIR sama-sama digunakan untuk mengukur intensitas latihan, tetapi cara membacanya sedikit berbeda. Keduanya mencoba menjawab pertanyaan sederhana: “Seberapa berat set ini buat saya?”

Dengan memahami konsep tersebut, kita tidak harus memaksakan beban yang sama setiap hari. Kondisi tubuh bisa berubah karena tidur, aktivitas, stres, dan recovery, jadi angka di barbell belum tentu selalu terasa sama.

RPE: Seberapa Berat Set Ini Terasa?

RPE adalah singkatan dari Rate of Perceived Exertion. Dalam latihan beban, skala yang sering digunakan berada di angka 1 sampai 10, dengan angka yang lebih tinggi berarti set terasa semakin berat.

RPE 10 biasanya berarti kamu sudah berada sangat dekat dengan batas kemampuan dan tidak yakin bisa melakukan repetisi tambahan dengan teknik yang baik. Sementara RPE 7 atau 8 berarti set sudah menantang, tetapi masih ada tenaga tersisa.

RIR: Berapa Repetisi yang Masih Tersisa?

RIR merupakan singkatan dari Reps in Reserve. Konsepnya justru lebih mudah dibayangkan karena kita memperkirakan berapa repetisi lagi yang masih mampu dilakukan setelah set selesai.

Kalau selesai squat lalu merasa masih kuat melakukan dua repetisi tambahan, berarti kira-kira berada di 2 RIR. Kalau sudah yakin tidak mampu melakukan satu repetisi lagi dengan teknik yang baik, berarti mendekati 0 RIR.

Hubungan RPE dan RIR

RPE dan RIR sebenarnya berbicara tentang hal yang hampir sama dari sudut yang berbeda. Karena itu, keduanya sering dipasangkan dalam program latihan.

Gambaran sederhananya bisa seperti ini:

RPE Perkiraan RIR Gambaran
10 0 Sudah mentok
9 1 Masih mungkin 1 repetisi
8 2 Masih mungkin 2 repetisi
7 3 Masih mungkin 3 repetisi
6 4 atau lebih Relatif ringan

Tabel tersebut bukan rumus matematika yang harus selalu presisi. Tujuannya hanya memberi gambaran agar kita lebih mudah menilai intensitas latihan.

Cara Menggunakan RPE dan RIR Saat Latihan

Cara paling sederhana adalah menentukan target sebelum mulai set. Misalnya program meminta squat tiga set dengan target RPE 8. Artinya, kamu memilih beban yang cukup berat tetapi masih menyisakan sekitar dua repetisi.

Setelah selesai, tanyakan ke diri sendiri apakah perkiraannya sesuai. Kalau ternyata masih bisa melakukan enam repetisi tambahan, berarti bebannya mungkin terlalu ringan untuk target tersebut.

Jangan Terlalu Sibuk Menghitung pada Repetisi Pertama

Penilaian RPE atau RIR biasanya lebih terasa menjelang akhir set. Repetisi awal sering masih nyaman, sehingga belum memberi banyak informasi tentang seberapa dekat kita dengan batas kemampuan.

Lebih baik fokus menjaga teknik terlebih dahulu. Setelah set selesai, barulah evaluasi apakah bebannya sesuai dengan target.

Catat Hasil Latihan

Kalau hari ini bench press 60 kg terasa seperti RPE 8, catat. Minggu depan kamu bisa melihat apakah beban yang sama terasa lebih ringan atau justru lebih berat.

Cara ini membantu melihat progres yang tidak selalu terlihat dari tambahan kilogram. Kadang progres muncul ketika beban yang sama terasa jauh lebih mudah dibanding beberapa minggu sebelumnya.

Kenapa Tidak Selalu Harus Latihan Sampai Mentok?

Ada anggapan bahwa set yang efektif harus selalu dilakukan sampai benar-benar tidak mampu bergerak lagi. Padahal, latihan yang berhenti satu atau beberapa repetisi sebelum failure tetap bisa memberikan stimulus yang berarti.

Menyisakan sedikit tenaga juga membuat kualitas teknik lebih mudah dijaga. Selain itu, fatigue yang dihasilkan biasanya lebih mudah dikelola daripada melakukan semua set sampai habis-habisan.

Buat yang baru membangun fondasi, konsep ini cocok dipadukan dengan latihan kekuatan untuk pemula. Fokusnya bukan mengejar rasa hancur setelah gym, tetapi membangun progres yang bisa dipertahankan.

Contoh RPE dan RIR dalam Latihan Nyata

Bayangkan targetmu adalah melakukan dumbbell press sebanyak 10 repetisi. Setelah repetisi kesepuluh, kamu merasa sebenarnya masih mampu melakukan dua repetisi tambahan dengan teknik yang sama.

Set tersebut kira-kira berada di RIR 2 atau RPE 8. Kalau minggu depan dumbbell yang sama terasa seperti RIR 4, ada kemungkinan tubuh sudah mulai beradaptasi dan beban bisa dievaluasi kembali.

Namun, tidak berarti setiap kali RIR bertambah kamu harus langsung menaikkan beban. Lihat dulu konsistensi beberapa sesi.

RPE Bisa Berubah Meski Bebannya Sama

Ini salah satu alasan RPE terasa berguna. Barbell 80 kg tetap 80 kg, tetapi tubuh yang mengangkatnya tidak selalu berada dalam kondisi identik.

Setelah tidur cukup, makan baik, dan recovery bagus, beban tersebut mungkin terasa ringan. Sebaliknya, setelah beberapa malam kurang tidur, angka yang sama bisa terasa jauh lebih berat.

Karena itu, program berbasis RPE memberikan sedikit fleksibilitas. Kita tetap punya target, tetapi kondisi tubuh hari itu tetap diperhitungkan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memakai RPE

Masalah pertama adalah terlalu optimistis. Selesai set yang sebenarnya sudah hampir mentok, tetapi tetap bilang “RPE 7” karena merasa gengsi mengakui bebannya berat.

Sebaliknya, ada juga yang terlalu cepat menilai set sebagai RPE 10 hanya karena napas sudah ngos-ngosan. Rasa capek belum tentu berarti otot benar-benar berada di batas kemampuan.

Butuh Waktu untuk Mengenali Tubuh

RPE dan RIR bukan kemampuan yang langsung akurat pada sesi pertama. Semakin sering digunakan, biasanya kita semakin paham seperti apa rasanya memiliki satu, dua, atau tiga repetisi tersisa.

Karena itu, tidak perlu terlalu khawatir kalau perkiraan awal masih meleset. Anggap saja sebagai keterampilan yang ikut berkembang bersama pengalaman latihan.

Apakah Pemula Bisa Menggunakan RPE dan RIR?

Bisa, tetapi jangan dibuat terlalu rumit. Pemula lebih membutuhkan teknik gerakan yang baik dan program sederhana daripada sibuk mengejar angka RPE sampai desimal.

Cukup mulai dengan pertanyaan sederhana: “Kalau harus, saya masih bisa berapa repetisi lagi?” Dari situ, konsep RIR biasanya lebih mudah dipahami.

Setelah pengalaman latihan bertambah, barulah skala RPE terasa lebih intuitif.

Jangan Lupakan Recovery

Kalau beberapa sesi berturut-turut RPE terasa jauh lebih tinggi dari biasanya, jangan langsung menganggap diri semakin lemah. Bisa jadi tubuh sedang kurang pulih.

Tidur, aktivitas harian, pola makan, dan akumulasi latihan semuanya ikut memengaruhi performa. Kalau kelelahan sudah terus menumpuk, periode deload week mungkin lebih bermanfaat daripada terus menambah beban.

RPE dan RIR Membuat Latihan Lebih Terukur

Pada akhirnya, RPE dan RIR bukan aturan rumit yang hanya cocok untuk atlet profesional. Keduanya hanyalah alat untuk membantu kita lebih peka terhadap intensitas latihan.

Dengan memahami berapa repetisi yang masih tersisa, kamu bisa memilih beban yang menantang tanpa harus selalu memaksakan diri sampai failure. Latihan pun terasa lebih terarah karena keputusan tidak cuma berdasarkan ego atau angka di barbell.

TAGGED:fitnessintensitas latihanlatihan bebanprogressive overloadRIRRPEstrength training
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Taylor Swift Melatih Stamina untuk Konser Berdurasi Panjang

Workout Taylor Swift pernah jadi pembicaraan karena persiapannya untuk Eras Tour jauh…

Resting Heart Rate: Berapa Detak Jantung Istirahat Normal?

Resting heart rate adalah jumlah detak jantung ketika tubuh sedang benar-benar beristirahat.…

Kebutuhan Serat Harian untuk Orang Aktif Berolahraga

Kalau bicara soal pola makan untuk orang yang rutin olahraga, perhatian biasanya…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fartlek
Fitness & Olahraga

Fartlek: Speed Play yang Bikin Lari Cepat Tak Membosankan

By
Shakira Fauzan
Rahasia 180 Langkah per Menit: Pendaratan Kaki yang Efisien
Fitness & Olahraga

Postur Tubuh Saat Lari: Apa yang 90% Pemula Lakukan Salah?

By
Alika Reyhan
Time Under Tension
Fitness & Olahraga

Time Under Tension: Rahasia Otot Tanpa Beban Berat

By
Zahra Dimas
Perbandingan Overstriding vs Langkah Pendek – Mana Lebih Efisien?
Fitness & Olahraga

Overstriding vs Langkah Pendek: Mana Lebih Cepat?

By
Rania Arkan
https://fitnesid.com/
Facebook Twitter Pinterest Youtube Instagram
Company
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Privacy Policy
  • Contact US
More Info
  • fitnesid.com

FitnesID.com

Portal Informasi Kesehatan, Fitness, dan Gaya Hidup Sehat

Join Community

Copyright © 2026 fitnesid.com, All Rights Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?