By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Follow US
Home » Blog » Australia Catat Kasus Flu Burung H5 Pertama pada Mamalia
Berita Kesehatan

Australia Catat Kasus Flu Burung H5 Pertama pada Mamalia

Keyla Arjuna
Last updated: August 24, 2026 8:51 am
By
Keyla Arjuna
Share
10 Min Read
SHARE

Anjing Laut di Australia Selatan Positif H5, Pemerintah Tegaskan Risiko bagi Manusia Tetap Rendah

fitnesid – Australia menghadapi perkembangan baru dalam penyebaran flu burung H5 setelah otoritas kesehatan hewan menemukan virus tersebut pada seekor mamalia untuk pertama kalinya di negara itu. Seekor long-nosed fur seal atau anjing laut berbulu hidung panjang dari Beachport, Australia Selatan, membawa virus setelah petugas melakukan pemeriksaan laboratorium.

Contents
  • Anjing Laut di Australia Selatan Positif H5, Pemerintah Tegaskan Risiko bagi Manusia Tetap Rendah
    • Anjing Laut Ditemukan di Beachport
    • Mengapa Kasus Ini Menjadi Perhatian?
    • Pemerintah Australia Masih Menilai Risiko Manusia Rendah
    • Australia Catat Ratusan Peristiwa Positif H5
    • Hewan Liar Menjadi Fokus Pengawasan
    • Ancaman terhadap Mamalia Laut Mendapat Sorotan
    • Belum Ada Kasus pada Peternakan Unggas Australia
    • Masyarakat Diminta Tidak Menyentuh Hewan Sakit atau Mati
    • Kasus Pertama pada Mamalia Jadi Tahap Baru Pengawasan H5

Pemerintah Australia mengumumkan hasil pemeriksaan tersebut pada 23 Agustus 2026. Australian Centre for Disease Preparedness milik memeriksa sampel hewan tersebut sebelum memastikan keberadaan high pathogenicity avian influenza H5. Temuan ini menjadi kasus H5 pertama yang melibatkan spesies mamalia di Australia.

Meski kasus tersebut menarik perhatian, pemerintah meminta masyarakat tidak langsung menganggap virus telah menyebar luas antarmamalia. Otoritas sejauh ini belum menemukan hubungan antara kasus tersebut dan kematian atau penyakit pada mamalia laut lain di kawasan yang sama.

Pemerintah juga menegaskan bahwa risiko flu burung H5 terhadap kesehatan manusia masih rendah.

Anjing Laut Ditemukan di Beachport

Kasus bermula ketika masyarakat menemukan seekor long-nosed fur seal mati di Beachport, pesisir tenggara Australia Selatan.

Wilayah tersebut sebelumnya mencatat aktivitas flu burung pada burung liar, khususnya burung laut. Kondisi tersebut membuat otoritas memperkirakan anjing laut kemungkinan melakukan kontak dengan burung yang membawa virus atau berada di lingkungan yang sudah mengandung virus.

Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia Julie Collins menjelaskan bahwa munculnya kasus pada mamalia memang mengkhawatirkan, tetapi perkembangan tersebut tidak sepenuhnya mengejutkan.

Virus H5 dapat berpindah dari burung ke sejumlah mamalia ketika kedua kelompok hewan berbagi lingkungan yang sama.

Mamalia laut seperti anjing laut memiliki peluang melakukan kontak dengan bangkai burung, kotoran, air, atau lokasi yang sudah tercemar virus.

Menurut Collins, pemerintah belum melihat pola penyakit serupa pada kelompok mamalia laut lain di sekitar Beachport.

Mengapa Kasus Ini Menjadi Perhatian?

Flu burung terutama menyerang unggas dan burung liar. Namun, virus influenza tertentu memiliki kemampuan menginfeksi spesies lain.

Kemunculan H5 pada mamalia membuat ilmuwan dan otoritas kesehatan meningkatkan pengawasan karena virus mendapat kesempatan memasuki tubuh kelompok hewan yang berbeda.

Hal tersebut tidak otomatis berarti virus telah memperoleh kemampuan menyebar secara efektif dari mamalia ke mamalia atau dari mamalia ke manusia.

Para ilmuwan perlu mempelajari sampel, struktur genetik virus, pola penyebaran, serta kemungkinan hubungan antara satu kasus dan kasus lainnya sebelum mengambil kesimpulan tersebut.

Kasus di Australia menjadi penting karena negara itu sebelumnya mencatat penyebaran utama H5 pada burung liar.

Pemerintah Australia menyatakan bahwa tingginya tingkat infeksi pada burung liar dapat meningkatkan kemungkinan mamalia yang tinggal di lingkungan yang sama ikut terpapar.

Pemerintah Australia Masih Menilai Risiko Manusia Rendah

Temuan pada anjing laut tidak membuat pemerintah Australia mengubah tingkat risiko kesehatan manusia.

Australian Chief Veterinary Officer Dr Beth Cookson menyatakan risiko terhadap kesehatan manusia tetap rendah. Pemerintah juga belum menemukan kasus H5 di peternakan unggas atau sistem produksi pertanian Australia.

Informasi tersebut penting karena masyarakat sering menghubungkan setiap perkembangan flu burung dengan kemungkinan wabah pada manusia.

Namun, satu kasus pada mamalia tidak membuktikan munculnya penularan antarmanusia.

Otoritas kesehatan dan veteriner masih memantau perkembangan virus untuk mengetahui apakah muncul perubahan pada pola infeksi.

Masyarakat juga perlu menghindari kontak langsung dengan burung atau hewan liar yang sakit maupun mati.

Pemerintah Australia meminta warga mencatat lokasi ketika menemukan hewan yang menunjukkan gejala atau bangkai satwa liar dan melaporkannya kepada pihak berwenang tanpa menyentuh hewan tersebut.

Australia Catat Ratusan Peristiwa Positif H5

Wabah flu burung H5 telah berkembang cukup cepat di Australia sepanjang beberapa bulan terakhir.

Julie Collins mengatakan Australia sudah mencatat 298 peristiwa positif H5 di berbagai wilayah ketika pemerintah memberikan pembaruan pada 23 Agustus. Jumlah tersebut menggunakan sistem pelaporan berbasis peristiwa, sehingga satu peristiwa dapat melibatkan lebih dari satu hewan.

South Australia menjadi salah satu wilayah yang menghadapi dampak terbesar.

Sebelum kasus pada anjing laut muncul, petugas telah menemukan virus pada berbagai jenis burung laut.

Pada awal Agustus, pemerintah juga melaporkan kejadian kematian massal burung liar akibat H5 di Baudin Rocks, Australia Selatan. Otoritas mencatat peristiwa itu sebagai kejadian kematian massal satwa liar pertama akibat H5 di Australia.

Pola tersebut membantu menjelaskan mengapa pemerintah memperkirakan mamalia laut memiliki risiko terpapar.

Anjing laut dan burung laut sering menggunakan wilayah pantai dan pulau yang sama untuk mencari makanan atau beristirahat.

Hewan Liar Menjadi Fokus Pengawasan

Penyebaran H5 pada satwa liar menghadirkan tantangan berbeda dibanding wabah di peternakan.

Peternak dapat meningkatkan biosekuriti, membatasi akses ke kandang, mengontrol perpindahan hewan, serta membersihkan fasilitas.

Langkah serupa jauh lebih sulit dilakukan pada satwa liar.

Burung dapat bermigrasi melintasi wilayah yang sangat luas. Mamalia laut juga bergerak bebas di pesisir dan lautan.

Karena itu, pemerintah lebih mengandalkan pemantauan, pemeriksaan sampel, pelaporan masyarakat, dan perlindungan terhadap populasi satwa yang rentan.

Australia telah mengalokasikan lebih dari 113 juta dolar Australia untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan respons terhadap flu burung H5. Pemerintah negara bagian dan teritori juga menginvestasikan lebih dari 24 juta dolar Australia untuk mendukung respons lapangan.

Sebagian anggaran tersebut mendukung perlindungan satwa liar dan peningkatan sistem biosekuriti.

Ancaman terhadap Mamalia Laut Mendapat Sorotan

Long-nosed fur seal hidup di sepanjang pesisir selatan Australia dan Selandia Baru.

Kasus di Beachport membuat para ahli semakin memperhatikan kondisi mamalia laut lain yang hidup berdekatan dengan populasi burung.

ABC Australia melaporkan kekhawatiran khusus terhadap Australian sea lion, spesies dengan jumlah populasi jauh lebih kecil dibanding long-nosed fur seal.

Pengalaman dari wilayah lain di dunia menunjukkan bahwa H5 dapat menimbulkan kematian besar pada koloni mamalia laut dalam kondisi tertentu. Karena alasan tersebut, para ahli konservasi meminta Australia meningkatkan pemantauan terhadap anjing laut dan singa laut.

Namun, para ahli belum menemukan bukti bahwa satu kasus di Beachport telah memicu penularan luas pada mamalia Australia.

Pengawasan dalam beberapa pekan mendatang akan membantu menentukan pola penyebarannya.

Belum Ada Kasus pada Peternakan Unggas Australia

Salah satu informasi yang cukup penting datang dari sektor peternakan.

Pemerintah Australia hingga 23 Agustus masih belum menemukan H5 pada poultry atau sistem produksi pertanian.

Kondisi tersebut membuat situasi Australia berbeda dari beberapa wabah flu burung di negara lain yang pernah memengaruhi peternakan ayam dalam skala besar.

Meski begitu, pemerintah meminta peternak mempertahankan biosekuriti yang ketat.

Burung liar dapat membawa virus melintasi wilayah dan mendekati lokasi produksi unggas. Karena itu, peternak perlu mengurangi peluang kontak antara burung liar dan unggas.

Otoritas juga terus memeriksa sampel dari berbagai wilayah untuk mendeteksi perubahan secepat mungkin.

Masyarakat Diminta Tidak Menyentuh Hewan Sakit atau Mati

Pemerintah Australia memberikan pesan sederhana kepada masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar wilayah pesisir.

Jika menemukan burung atau satwa liar yang sakit atau mati, warga sebaiknya tidak menyentuh atau mendekatinya.

Kontak langsung dengan hewan yang membawa virus dapat meningkatkan paparan meskipun risiko terhadap masyarakat umum masih rendah.

Warga Australia dapat mencatat lokasi hewan kemudian melapor melalui saluran resmi pemerintah.

Langkah tersebut juga membantu petugas memetakan perkembangan H5 pada satwa liar.

Kasus Pertama pada Mamalia Jadi Tahap Baru Pengawasan H5

Temuan flu burung H5 pada mamalia di Australia menjadi perkembangan penting dalam wabah yang sebelumnya lebih banyak memengaruhi burung liar.

Seekor long-nosed fur seal dari Beachport menjadi mamalia pertama di Australia yang membawa H5 menurut hasil pemeriksaan CSIRO.

Pemerintah kini meningkatkan perhatian terhadap mamalia laut karena kelompok hewan tersebut berbagi habitat dengan banyak burung laut.

Namun, masyarakat tidak perlu menafsirkan temuan ini sebagai bukti bahwa virus mulai menyebar luas kepada manusia.

Otoritas Australia masih menempatkan risiko kesehatan manusia pada tingkat rendah dan belum menemukan virus dalam peternakan unggas atau sistem produksi pertanian.

Fokus utama pemerintah sekarang mengarah pada pengawasan satwa liar, biosekuriti, pemeriksaan laboratorium, dan respons cepat ketika masyarakat melaporkan kematian hewan.

Perkembangan beberapa pekan mendatang akan membantu para ahli memahami apakah kasus anjing laut di Beachport merupakan kejadian terisolasi atau bagian dari penyebaran H5 yang lebih luas pada mamalia laut Australia.

TAGGED:Anjing LautAustraliaAvian InfluenzaFlu BurungH5kesehatanVirus
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Kebutuhan Serat Harian untuk Orang Aktif Berolahraga

Kalau bicara soal pola makan untuk orang yang rutin olahraga, perhatian biasanya…

Deload Week: Kapan Tubuh Perlu Mengurangi Intensitas Latihan?

Semangat latihan memang bagus. Apalagi ketika progres mulai terasa, beban bertambah, repetisi…

Latihan Kekuatan untuk Pemula: Fondasi Gerakan, Progres, dan Pemulihan

Mulai dari Teknik Sebelum Mengejar Beban FitnesID membahas fitness, kesehatan, latihan, serta…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Recovery atlet hybrid
Berita Kesehatan

Rahasia Atlet Hybrid Tetap Fit Tanpa Cedera: Panduan Lengkap Recovery Aktif

By
Alika Reyhan
empat-sumber-protein-harian.jpg
Berita Kesehatan

Rekomendasi Asupan Protein Harian

By
Alesha Rizky
Kombinasi Inovatif Semaglutide dan Cagrilintide dari Novo Nordisk
Berita Kesehatan

Kombinasi Dahsyat Penurun Berat Badan

By
Rania Arkan
Fitness & Olahraga

Jalan Kaki Setelah Makan, Benarkah Bisa Bantu Kontrol Gula Darah?

By
Keyla Arjuna
https://fitnesid.com/
Facebook Twitter Pinterest Youtube Instagram
Company
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Privacy Policy
  • Contact US
More Info
  • fitnesid.com

FitnesID.com

Portal Informasi Kesehatan, Fitness, dan Gaya Hidup Sehat

Join Community

Copyright © 2026 fitnesid.com, All Rights Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?