Workout Taylor Swift pernah jadi pembicaraan karena persiapannya untuk Eras Tour jauh lebih serius daripada sekadar latihan koreografi. Bayangkan harus bernyanyi, berpindah posisi, menari, dan tetap tampil penuh energi selama konser yang berlangsung lebih dari tiga jam.
- Seperti Apa Workout Taylor Swift untuk Eras Tour?
- Apa yang Bisa Dipelajari dari Latihan Ini?
- Kenapa Bernyanyi Sambil Lari Terasa Berat?
- Strength Training Tetap Penting untuk Performer
- Latihan Tari Juga Termasuk Latihan Fisik
- Recovery Sama Pentingnya dengan Latihan
- Haruskah Kita Meniru Workout Taylor Swift?
- Pelajaran Terbesarnya Ada pada Konsistensi
Saat diwawancarai TIME pada 2023, Swift menjelaskan bahwa ia mulai mempersiapkan fisiknya sekitar enam bulan sebelum tur dimulai. Latihannya memadukan treadmill sambil menyanyikan seluruh setlist, strength and conditioning, serta latihan tari selama beberapa bulan.
Menariknya, bagian yang bisa dipelajari bukan soal meniru persis jadwal seorang bintang pop. Justru yang lebih berguna adalah melihat bagaimana latihan dibuat sesuai dengan tuntutan aktivitas yang ingin dilakukan.
Seperti Apa Workout Taylor Swift untuk Eras Tour?
Salah satu bagian paling terkenal dari persiapannya adalah berlari di treadmill sambil menyanyikan seluruh lagu yang akan dibawakan di konser. Untuk lagu cepat, kecepatannya ikut dinaikkan. Sementara pada lagu yang lebih lambat, ia memilih jogging atau jalan cepat.
Kelihatannya sederhana, tetapi sebenarnya latihan tersebut sangat spesifik. Bernyanyi sambil bergerak menuntut kontrol napas yang berbeda dibanding berdiri diam di depan mikrofon.
Cardio-nya Dibuat Mirip Kondisi Panggung
Kalau targetnya sekadar meningkatkan kebugaran umum, treadmill biasa sebenarnya sudah cukup. Namun, Swift punya kebutuhan yang sangat spesifik: tetap bernyanyi dengan jelas sambil tubuh terus bergerak.
Karena itu, ia tidak hanya berlari sambil mendengarkan musik. Ia justru menyanyikan setlist-nya selama latihan. Ini contoh sederhana dari prinsip latihan spesifik: tubuh dilatih mendekati tuntutan aktivitas sebenarnya.
Bukan Cardio Saja
Persiapannya juga memasukkan latihan kekuatan, conditioning, dan beban melalui program yang dibuat oleh gym Dogpound. Selain itu, Swift menjalani sekitar tiga bulan latihan tari agar koreografi terasa semakin otomatis saat berada di panggung.
Jadi, stamina konser tidak dibangun hanya dengan lari. Kekuatan tubuh dan kemampuan bergerak berulang kali tetap punya peran.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Latihan Ini?
Tidak semua orang akan tampil tiga jam di stadion, tetapi prinsipnya tetap relevan untuk latihan biasa. Kalau punya target tertentu, program latihan sebaiknya mendukung kebutuhan target tersebut.
Orang yang ingin kuat tentu membutuhkan latihan kekuatan. Sementara itu, seseorang yang ingin lebih nyaman berlari 10 kilometer perlu mengembangkan daya tahan secara bertahap.
Latihan Sebaiknya Punya Tujuan yang Jelas
Masuk gym lalu mencoba semua alat memang bisa membuat badan berkeringat. Namun, program yang punya arah biasanya lebih mudah diukur perkembangannya.
Hal serupa terlihat dalam workout Taylor Swift. Cardio dilakukan untuk stamina, latihan beban mendukung kekuatan, sedangkan latihan tari digunakan untuk menyiapkan gerakan yang akan dilakukan berkali-kali di atas panggung.
Buat pemula, prinsip yang sama bisa diterapkan melalui latihan kekuatan untuk pemula yang sederhana. Tidak perlu punya program rumit selama latihan tersebut sesuai dengan tujuan.
Stamina Dibangun, Bukan Muncul Mendadak
Swift mulai mempersiapkan dirinya sekitar enam bulan sebelum Eras Tour dimulai. Ini bagian yang sering terlewat ketika orang melihat penampilan seseorang di panggung dan mengira energi sebesar itu datang secara alami.
Kapasitas fisik membutuhkan waktu. Baik ingin kuat lari, naik gunung, atau sekadar tidak gampang ngos-ngosan saat aktivitas sehari-hari, progres tetap dibangun sedikit demi sedikit.
Kenapa Bernyanyi Sambil Lari Terasa Berat?
Coba jogging santai sambil ngobrol dengan teman. Saat kecepatannya meningkat, kalimat biasanya mulai pendek karena tubuh membutuhkan lebih banyak udara.
Sekarang bayangkan bukan ngobrol, melainkan harus menyanyikan lagu dengan nada dan ritme tertentu. Wajar kalau latihan seperti itu terasa menantang.
Namun, ini bukan berarti kita harus ikut bernyanyi satu album penuh di treadmill. Buat kebanyakan orang, kombinasi cardio dan latihan kekuatan biasa sudah lebih dari cukup untuk meningkatkan kebugaran.
Strength Training Tetap Penting untuk Performer
Konser panjang bukan cuma soal paru-paru. Tubuh juga harus mampu menahan aktivitas berulang, perubahan posisi, koreografi, dan waktu berdiri yang lama.
Di sinilah latihan kekuatan ikut membantu. Kaki, core, punggung, dan tubuh bagian atas semuanya bekerja saat seseorang bergerak selama berjam-jam.
Tidak heran kalau program Swift tidak hanya berisi cardio. Kombinasi strength dan conditioning membuat persiapannya lebih lengkap daripada sekadar mengejar napas panjang.
Latihan Tari Juga Termasuk Latihan Fisik
Orang kadang menganggap dance hanya sebagai bagian artistik. Padahal, mengulang koreografi selama berjam-jam bisa menjadi aktivitas fisik yang cukup berat.
Swift menjalani beberapa bulan latihan tari sebelum tur. Tujuannya bukan hanya menghafal gerakan, tetapi membuat koreografi terasa lebih alami sehingga fokus di panggung tidak habis untuk mengingat langkah berikutnya.
Buat orang biasa, prinsipnya mirip dengan belajar teknik squat atau gerakan olahraga lain. Semakin sering teknik yang benar dilatih, semakin sedikit kita harus berpikir tentang setiap detail saat melakukannya.
Recovery Sama Pentingnya dengan Latihan
Ini bagian yang sering kalah menarik dibanding cerita treadmill.
Saat menjalani rangkaian konser, Swift juga bercerita bahwa ia menggunakan hari kosong untuk benar-benar beristirahat setelah beberapa pertunjukan beruntun. Tubuh yang sudah bernyanyi dan menari selama beberapa malam jelas tidak bisa terus dipaksa tanpa jeda.
Prinsip ini berlaku untuk siapa saja. Kalau performa mulai turun dan badan terasa tidak pernah segar, mengurangi intensitas melalui deload week atau menambah waktu recovery bisa lebih masuk akal daripada terus memaksakan latihan.
Haruskah Kita Meniru Workout Taylor Swift?
Tidak perlu.
Program latihan dibuat berdasarkan kebutuhan individu. Taylor Swift berlatih untuk tuntutan panggung yang sangat spesifik, sementara targetmu mungkin hanya ingin lebih sehat, memperbaiki stamina, atau membangun massa otot.
Yang layak ditiru bukan jumlah jam latihannya, tetapi cara berpikirnya. Kenali tuntutan aktivitas, latih kemampuan yang dibutuhkan, lalu beri tubuh waktu untuk beradaptasi.
Pelajaran Terbesarnya Ada pada Konsistensi
Hal yang menarik dari workout Taylor Swift bukan karena ada satu gerakan rahasia yang membuat stamina langsung meningkat. Justru persiapannya terdiri dari hal-hal yang cukup familiar: cardio, strength training, latihan teknik, dan recovery.
Bedanya ada pada konsistensi dan tujuan yang jelas. Ia berlatih jauh sebelum hari pertama tur, bukan baru mencoba mengejar stamina seminggu sebelumnya.
Untuk kita yang tidak punya konser tiga jam di depan puluhan ribu orang, prinsipnya tetap bisa dipakai. Tidak perlu latihan ekstrem. Cukup punya target yang masuk akal, jalankan secara rutin, dan beri tubuh kesempatan untuk menjadi lebih kuat dari waktu ke waktu.

