By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Follow US
Home » Blog » HIIT Bantu Lansia Turunkan Lemak Tanpa Kehilangan Otot
Fitness & Olahraga

HIIT Bantu Lansia Turunkan Lemak Tanpa Kehilangan Otot

Keyla Arjuna
Last updated: October 10, 2026 3:33 am
By
Keyla Arjuna
Share
6 Min Read
SHARE

Fitnes ID mencatat HIIT untuk lansia kembali mendapat perhatian setelah sebuah studi selama enam bulan menemukan latihan interval intensitas tinggi dapat membantu menurunkan lemak tubuh sambil mempertahankan jaringan tanpa lemak. Hasil ini menarik karena kehilangan massa otot menjadi salah satu masalah penting ketika usia bertambah.

Contents
  • HIIT untuk Lansia Perlu Dilihat secara Tepat
  • Massa Otot Semakin Penting saat Usia Bertambah
  • Studi Berlangsung Enam Bulan
  • Lemak Perut Juga Menjadi Perhatian
  • HIIT Bukan Pengganti Latihan Beban
  • Intensitas Harus Disesuaikan
  • Pemeriksaan Kesehatan Bisa Dibutuhkan
  • Pemanasan Menjadi Lebih Penting
  • Recovery Tidak Boleh Dilupakan
  • Otot Perlu Menjadi Fokus dalam Nutrisi Klinis
  • Latihan Bisa Dimulai dari Versi Ringan
  • Tujuan Utamanya Tetap Fungsi Tubuh

Penelitian tersebut berasal dari University of the Sunshine Coast.

Menurut ScienceDaily, kelompok yang menjalani HIIT mampu mempertahankan massa otot lebih baik dibanding kelompok latihan dengan intensitas sedang.

Namun temuan ini tidak berarti semua orang berusia lanjut harus langsung melakukan latihan sangat berat.

HIIT untuk Lansia Perlu Dilihat secara Tepat

HIIT adalah pola latihan interval.

Sesi menggabungkan periode kerja intensitas tinggi dengan waktu pemulihan.

Durasi kerja bisa singkat.

Contohnya berupa berjalan cepat, bersepeda, atau gerakan kardio lain.

Setelah itu peserta menurunkan intensitas.

Siklus tersebut kemudian diulang.

HIIT tidak selalu berarti sprint maksimal.

Intensitas harus menyesuaikan kemampuan peserta.

Massa Otot Semakin Penting saat Usia Bertambah

Tubuh cenderung kehilangan massa otot seiring bertambahnya usia.

Proses ini dapat memengaruhi kekuatan.

Aktivitas sehari-hari menjadi lebih berat.

Naik tangga.

Membawa belanjaan.

Bangun dari kursi.

Semua membutuhkan otot.

Itulah alasan program penurunan berat badan pada orang tua tidak boleh hanya mengejar angka timbangan.

Jika berat turun tetapi banyak otot hilang, hasilnya belum tentu ideal.

Studi Berlangsung Enam Bulan

Penelitian membandingkan beberapa pola latihan.

Peserta mengikuti program dalam periode cukup panjang.

Kelompok HIIT menunjukkan perubahan komposisi tubuh yang menarik.

Lemak turun.

Massa bebas lemak dapat dipertahankan lebih baik.

Sebaliknya, kelompok latihan intensitas sedang mengalami sedikit penurunan jaringan tanpa lemak.

Hasil tersebut memberi petunjuk bahwa intensitas latihan dapat memengaruhi respons tubuh.

Lemak Perut Juga Menjadi Perhatian

Lemak tubuh tidak semuanya sama.

Di sekitar perut, lemak sering mendapat perhatian karena berkaitan dengan risiko metabolik.

Perubahan lingkar pinggang menjadi salah satu indikator penting.

HIIT dapat membantu meningkatkan pengeluaran energi.

Namun mekanismenya bukan sekadar membakar kalori selama latihan.

Tubuh juga beradaptasi terhadap beban.

Kebugaran kardiorespirasi dapat meningkat.

Metabolisme energi ikut berubah.

HIIT Bukan Pengganti Latihan Beban

Meski hasil studi menarik, latihan beban tetap penting untuk kesehatan otot.

Resistance training memberi stimulus langsung kepada jaringan otot.

Otot beradaptasi ketika mendapat beban.

Karena itu, program kebugaran ideal untuk orang lebih tua biasanya tidak hanya mengandalkan kardio.

Latihan kekuatan dapat ditambahkan dua atau beberapa kali per minggu sesuai kemampuan.

Gerakannya tidak harus rumit.

Squat ke kursi.

Push-up dinding.

Row dengan resistance band.

Latihan sederhana bisa menjadi awal.

Intensitas Harus Disesuaikan

Kata “high intensity” sering membuat orang khawatir.

Namun intensitas bersifat relatif.

Kecepatan tinggi bagi satu orang mungkin hanya berjalan cepat bagi orang lain.

Skala RPE atau Rate of Perceived Exertion dapat membantu.

Peserta menilai seberapa berat latihan terasa.

Pendekatan ini lebih fleksibel dibanding mengejar kecepatan tertentu.

Detak jantung juga bisa digunakan jika kondisinya memungkinkan.

Pemeriksaan Kesehatan Bisa Dibutuhkan

Tidak semua orang cocok memulai HIIT tanpa evaluasi.

Riwayat penyakit jantung perlu diperhatikan.

Begitu pula masalah sendi.

Tekanan darah tinggi yang belum terkontrol juga membutuhkan perhatian.

Orang yang sudah lama tidak berolahraga sebaiknya memulai secara bertahap.

Dokter atau tenaga kesehatan dapat membantu menentukan batas aman pada kondisi tertentu.

Pelatih juga dapat menyesuaikan gerakan.

Pemanasan Menjadi Lebih Penting

Tubuh memerlukan waktu sebelum masuk ke intensitas tinggi.

Pemanasan membantu meningkatkan suhu jaringan.

Detak jantung naik secara bertahap.

Sendi juga mulai bergerak lebih aktif.

Lima hingga 10 menit aktivitas ringan dapat digunakan sebelum interval.

Setelah latihan, pendinginan membantu tubuh kembali ke kondisi lebih tenang.

Langkah sederhana ini sering diabaikan.

Recovery Tidak Boleh Dilupakan

Latihan keras membutuhkan pemulihan.

HIIT tidak perlu dilakukan setiap hari.

Tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi.

Tidur menjadi penting.

Asupan protein juga berperan dalam mempertahankan otot.

Pada orang usia lanjut, kebutuhan protein sering menjadi perhatian karena respons sintesis protein otot dapat menurun.

Distribusi protein sepanjang hari bisa membantu.

Otot Perlu Menjadi Fokus dalam Nutrisi Klinis

Review terbaru juga mendorong agar kesehatan otot mendapat perhatian lebih besar dalam nutrisi klinis.

Otot tidak hanya berkaitan dengan penampilan.

Kondisi otot berkaitan dengan kemampuan pulih dari penyakit dan mempertahankan kemandirian saat menua.

Hal ini memperkuat pesan dari studi HIIT.

Program kesehatan sebaiknya melihat komposisi tubuh, bukan hanya berat.

Latihan Bisa Dimulai dari Versi Ringan

Pemula tidak perlu langsung melakukan sprint.

Salah satu contoh sederhana adalah sepeda statis.

Lakukan beberapa menit pemanasan.

Kemudian tingkatkan kecepatan selama 30–60 detik.

Turunkan intensitas selama satu hingga dua menit.

Ulangi beberapa kali.

Durasi dapat ditambah seiring adaptasi.

Jumlah interval juga tidak harus banyak.

Kualitas lebih penting daripada memaksakan volume.

Tujuan Utamanya Tetap Fungsi Tubuh

Studi HIIT memberikan hasil menarik.

Namun target kebugaran pada usia lanjut sebaiknya tidak hanya fokus pada lemak.

Kekuatan.

Keseimbangan.

Mobilitas.

Daya tahan.

Semua penting agar seseorang tetap mandiri.

HIIT untuk lansia bisa menjadi salah satu alat dalam program tersebut.

Namun latihan perlu disesuaikan dengan kemampuan individu.

Hasil terbaik kemungkinan datang dari kombinasi aktivitas aerobik, latihan kekuatan, nutrisi cukup, dan pemulihan yang baik.

TAGGED:HIITkebugaranlansiaLatihan Intervallemak tubuhmassa ototolahraga usia lanjut
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Olahraga Intens Bisa Picu Respons Daur Ulang Sel yang Berbeda

Fitnes ID mencatat autophagy setelah olahraga menjadi topik menarik setelah penelitian University…

Vitamin D2 dan D3 Ternyata Tak Bekerja dengan Cara Sama

Fitnes ID - panduan nutrisi dan kebugaran perlu membedakan vitamin D2 dan…

Ice Bath dan Massage Tak Selalu Bikin Recovery Lebih Baik

Fitnes ID mencatat cara recovery otot kembali menjadi sorotan setelah ulasan terbaru…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Nutrisi & Diet

Diet Vegetarian dan Latihan Beban Tetap Tambah Otot

By
Keyla Arjuna
Ilustrasi tiga pola tumpuan kaki saat berlari: forefoot, midfoot, dan heel strike
Fitness & Olahraga

Foot Strike Bukan Masalah Utama!

By
Nayla Arjuna
Berita KesehatanFitness & OlahragaGaya Hidup Sehat

Studi Baru Soroti Dampak Olahraga pada Otak

By
Keyla Arjuna
Functional fitness: latihan yang meniru gerakan sehari-hari untuk hidup yang lebih baik
Fitness & Olahraga

Latihan Gerakan Sehari-hari Lebih Aplikatif untuk Hidup Anda

By
Rania Arkan
https://fitnesid.com/
Facebook Twitter Pinterest Youtube Instagram
Company
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Privacy Policy
  • Contact US
More Info
  • fitnesid.com

FitnesID.com

Portal Informasi Kesehatan, Fitness, dan Gaya Hidup Sehat

Join Community

Copyright © 2026 fitnesid.com, All Rights Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?