By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Follow US
Home » Blog » Studi Baru Soroti Manfaat Jalan Interval 75 Menit Seminggu
Berita KesehatanFitness & Olahraga

Studi Baru Soroti Manfaat Jalan Interval 75 Menit Seminggu

Keyla Arjuna
Last updated: August 26, 2026 7:22 am
By
Keyla Arjuna
Share
6 Min Read
SHARE

Penelitian Menawarkan Pilihan bagi Orang dengan Waktu Terbatas

fitnesid – Tidak semua orang mampu berolahraga tiga sampai lima kali dalam seminggu.

Contents
  • Apa Itu Interval Walking?
  • Studi Membandingkan Pola Latihan
  • Apakah Berarti Cukup Olahraga Satu Kali?
  • Intensitas Harus Sesuai Kemampuan
  • Jangan Lupakan Latihan Kekuatan
  • Frekuensi Kecil Lebih Baik daripada Rencana Sempurna yang Tidak Jalan
  • Aktivitas Harian Tetap Penting
  • Dengarkan Sinyal Tubuh
  • Temuan Baru Menambah Pilihan, Bukan Menghapus Pedoman Lama

Kesibukan kerja, perjalanan, keluarga, dan berbagai tanggung jawab sering membuat jadwal latihan sulit konsisten.

Sebuah studi yang mendapat perhatian pada Agustus 2026 mencoba melihat apakah seseorang dapat menggabungkan latihan dalam satu sesi mingguan.

Penelitian selama 16 minggu melibatkan 315 orang dewasa dengan overweight atau obesitas sentral dan membandingkan latihan interval walking intensitas tinggi satu kali seminggu dengan pola latihan yang membagi durasi serupa dalam beberapa hari. Kedua kelompok olahraga menunjukkan perbaikan pada beberapa indikator seperti kebugaran kardiorespirasi serta komposisi tubuh.

Temuan tersebut menarik, tetapi tidak berarti semua orang cukup berolahraga satu kali seminggu.

Apa Itu Interval Walking?

Interval walking menggabungkan periode jalan lebih cepat dengan periode pemulihan.

Contohnya, seseorang berjalan cepat selama beberapa menit kemudian menurunkan tempo sebelum menaikkannya kembali.

Konsepnya mirip interval training tetapi menggunakan berjalan sebagai aktivitas utama.

Keuntungan metode ini adalah fleksibilitas.

Seseorang tidak membutuhkan gym atau alat mahal.

Jalan bisa dilakukan di treadmill, taman, lintasan, atau area aman di sekitar rumah.

Namun istilah “high intensity” tetap penting.

Jalan interval intensitas tinggi bukan sekadar berjalan santai selama 75 menit.

Studi Membandingkan Pola Latihan

Penelitian tersebut membagi peserta ke dalam beberapa kelompok.

Satu kelompok melakukan sesi panjang sekitar 75 menit sekali seminggu.

Kelompok lain membagi latihan menjadi beberapa hari.

Ada pula kelompok kontrol yang tidak mengikuti program latihan yang sama.

Setelah 16 minggu, kelompok yang berolahraga menunjukkan perubahan positif dibanding kelompok kontrol.

Peneliti melihat penurunan lemak tubuh dan lingkar pinggang serta peningkatan kapasitas kardiorespirasi.

Temuan ini memberikan pesan menarik: konsistensi volume latihan tetap dapat memberikan manfaat meskipun distribusinya berbeda.

Namun populasi penelitian memiliki karakteristik khusus.

Hasilnya tidak otomatis berlaku sama untuk atlet, lansia, orang dengan kondisi jantung, atau individu dengan tingkat kebugaran berbeda.

Apakah Berarti Cukup Olahraga Satu Kali?

Tidak sesederhana itu.

aktivitas fisik umum tetap menyarankan orang dewasa mengumpulkan setidaknya sekitar 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas intensitas tinggi per minggu, ditambah latihan penguatan otot secara teratur.

Satu sesi panjang mungkin menjadi alternatif bagi sebagian orang.

Namun membagi aktivitas memiliki keuntungan lain.

Bergerak setiap hari mengurangi waktu duduk terlalu lama.

Latihan lebih pendek juga sering lebih mudah untuk pemula karena tubuh memiliki waktu pemulihan.

Orang sebaiknya memilih pola yang paling realistis dan aman.

Intensitas Harus Sesuai Kemampuan

Kesalahan umum dalam membaca berita kebugaran adalah langsung mencoba protokol penelitian secara penuh.

Seseorang yang jarang berolahraga tidak sebaiknya tiba-tiba menjalani 75 menit latihan interval intensitas tinggi.

Tubuh membutuhkan adaptasi.

Pemula dapat memulai dengan jalan ringan hingga sedang.

Setelah beberapa minggu, tambahkan periode jalan cepat.

Durasi juga dapat meningkat secara perlahan.

Pendekatan progresif mengurangi risiko cedera sekaligus membuat kebiasaan lebih mudah bertahan.

Jangan Lupakan Latihan Kekuatan

Walking sangat baik untuk aktivitas aerobik, tetapi tubuh membutuhkan stimulus lain.

Latihan kekuatan membantu mempertahankan massa otot, kekuatan tulang, dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.

Tidak harus menggunakan barbell.

Squat dengan berat badan, push-up yang dimodifikasi, resistance band, lunges, dan berbagai gerakan sederhana bisa menjadi awal.

Idealnya, program kebugaran memiliki kombinasi kardio, kekuatan, mobilitas, serta pemulihan.

Tidak ada satu jenis latihan yang mengatasi semua kebutuhan tubuh.

Frekuensi Kecil Lebih Baik daripada Rencana Sempurna yang Tidak Jalan

Banyak orang gagal konsisten karena menetapkan target terlalu tinggi.

Mereka berencana gym enam hari setiap minggu.

Setelah dua minggu, jadwal kerja berubah dan seluruh program berhenti.

Pendekatan lebih realistis sering menghasilkan hasil jangka panjang.

Jika seseorang hanya memiliki dua hari, gunakan dua hari tersebut dengan baik.

Jika minggu tertentu sangat sibuk, satu sesi berkualitas bisa menjadi pilihan daripada tidak bergerak sama sekali.

Penelitian terbaru menarik karena memberi perspektif bahwa distribusi latihan dapat lebih fleksibel daripada dugaan banyak orang.

Aktivitas Harian Tetap Penting

Sesi olahraga tidak menghapus efek gaya hidup yang sangat sedentari.

Orang dapat berlatih satu jam kemudian duduk selama 12 jam.

Karena itu, tetap bergerak sepanjang hari memiliki manfaat.

Berjalan setelah makan, menggunakan tangga, berdiri setiap beberapa waktu, atau melakukan pekerjaan rumah menambah total aktivitas.

Kebugaran tidak hanya dibangun saat memakai pakaian olahraga.

Kebiasaan sehari-hari ikut menentukan.

Dengarkan Sinyal Tubuh

Latihan intensitas tinggi tidak cocok untuk semua orang.

Nyeri dada, pusing, sesak yang tidak biasa, atau rasa sakit tajam bukan sesuatu yang harus dipaksakan.

Orang dengan riwayat penyakit jantung, gangguan sendi, kondisi metabolik tertentu, atau yang lama tidak aktif sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai program intensitas tinggi.

Tujuan latihan adalah meningkatkan kesehatan, bukan memenangkan kompetisi melawan diri sendiri setiap sesi.

Temuan Baru Menambah Pilihan, Bukan Menghapus Pedoman Lama

Hal paling menarik dari penelitian 2026 bukan gagasan bahwa kita “hanya perlu olahraga sekali seminggu”.

Pesannya lebih bernuansa.

Orang yang kesulitan membagi latihan dalam banyak hari mungkin tetap memperoleh manfaat dengan mengonsolidasikan sebagian aktivitas ke sesi lebih panjang, setidaknya pada populasi yang diteliti.

Itu membuka ruang fleksibilitas.

Pada akhirnya, program terbaik adalah program yang aman, sesuai kemampuan, dan bisa dijalankan secara konsisten selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Satu sesi 75 menit mungkin cocok untuk sebagian orang.

Tiga sesi 25 menit mungkin lebih nyaman bagi orang lain.

Yang paling penting adalah terus bergerak dan memilih pola yang benar-benar dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

TAGGED:Interval WalkingJalan KakiKardiokebugaranLatihan IntervalOlahraga Mingguan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Kebutuhan Serat Harian untuk Orang Aktif Berolahraga

Kalau bicara soal pola makan untuk orang yang rutin olahraga, perhatian biasanya…

Deload Week: Kapan Tubuh Perlu Mengurangi Intensitas Latihan?

Semangat latihan memang bagus. Apalagi ketika progres mulai terasa, beban bertambah, repetisi…

Latihan Kekuatan untuk Pemula: Fondasi Gerakan, Progres, dan Pemulihan

Mulai dari Teknik Sebelum Mengejar Beban FitnesID membahas fitness, kesehatan, latihan, serta…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Ilustrasi hati berlemak dengan latar belakang tubuh manusia
Berita Kesehatan

Gagal Diet? Ini Cara Kurangi Lemak Hati Secara Efektif dengan Satu Obat Sekaligus

By
Keyla Arjuna
Berita KesehatanFitness & OlahragaGaya Hidup Sehat

Latihan Fisik Sebelum Naik Gunung, Pemula Wajib Coba ini!

By
Keyla Arjuna
Ilustrasi tren Proteinmaxxing 2026
Berita Kesehatan

Proteinmaxxing 2026: Tren Diet Viral dari Influencer

By
Alesha Rizky
perbandingan mangga segar dan granola bar rendah gula untuk kontrol gula darah
Berita Kesehatan

Kurangi Gula Tanpa Tersiksa

By
Alesha Rizky
https://fitnesid.com/
Facebook Twitter Pinterest Youtube Instagram
Company
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Privacy Policy
  • Contact US
More Info
  • fitnesid.com

FitnesID.com

Portal Informasi Kesehatan, Fitness, dan Gaya Hidup Sehat

Join Community

Copyright © 2026 fitnesid.com, All Rights Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?