By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Follow US
Home » Blog » Telur Menyebabkan Kolesterol? Simak fakta ilmiahnya!
Nutrisi & Diet

Telur Menyebabkan Kolesterol? Simak fakta ilmiahnya!

Nayla Fadli
Last updated: May 11, 2026 7:09 am
By
Nayla Fadli
Share
5 Min Read
Ilustrasi telur dan pertanyaan apakah telur menyebabkan kolesterol
Ilustrasi telur dan pertanyaan apakah telur menyebabkan kolesterol
SHARE

Masih menghindari telur karena takut kolesterol naik? Anggapan lama yang mulai ditinggalkan. Riset mutakhir menunjukkan bahwa mitos telur menyebabkan kolesterol tidak sepenuhnya benar. Faktanya, telur menyimpan nutrisi penting yang sayang dilewatkan. Artikel ini mengupas tuntas: pengaruh telur terhadap kolesterol, manfaat kesehatan, serta panduan aman bagi penderita hiperkolesterolemia.

Ilustrasi telur dan pertanyaan apakah telur menyebabkan kolesterol
Ilustrasi telur dan pertanyaan apakah telur menyebabkan kolesterol

Mitos vs Fakta: Telur dan Kolesterol Jahat (LDL)

Sejak 1960-an, pedoman gizi Amerika Serikat membatasi asupan kolesterol harian hingga 300 miligram. Kebijakan itu didasari keyakinan bahwa kolesterol makanan langsung menaikkan kadar kolesterol darah. Namun, rekomendasi tersebut dihapus pada 2016 karena bukti ilmiah tidak menemukan hubungan kuat antara kolesterol makanan dan penyakit jantung.

Penelitian acak di The American Journal of Clinical Nutrition (2025) memperkuat temuan ini. Konsumsi dua butir telur per hari dalam pola makan rendah lemak jenuh selama lima pekan justru menurunkan LDL. Studi lain di jurnal sama terhadap 48 peserta menunjukkan kelompok pemakan dua butir telur per hari memiliki LDL lebih rendah dibanding kelompok pengonsumsi lemak jenuh tinggi.

David L. Katz, spesialis kedokteran preventif sekaligus mantan Presiden American College of Lifestyle Medicine, menegaskan bahwa respons tubuh terhadap kolesterol makanan bervariasi. Sebagian orang sangat sensitif, tetapi banyak pula yang tidak menunjukkan perubahan berarti.

Kolesterol Makanan vs Kolesterol Darah: Fakta yang Jarang Diketahui

Infografis perbandingan sumber kolesterol dari makanan dan produksi hati
Infografis perbandingan sumber kolesterol dari makanan dan produksi hati

Insight penting: hanya sekitar 20-30% kolesterol darah dipengaruhi oleh makanan. Sisanya diproduksi hati, sekitar 1 gram per hari. Faktor genetik turut menentukan seberapa banyak kolesterol diproduksi dan seberapa efisien tubuh membersihkannya.

Lalu, apa pemicu utama kolesterol tinggi? Jawabannya: lemak jenuh. Ahli gizi Keith Ayoob menegaskan bahwa lemak jenuh, bukan kolesterol telur, merupakan pemicu utama peningkatan kolesterol darah. Lemak jenuh menghambat kemampuan hati membuang LDL serta meningkatkan produksi partikel kolesterol jahat.

Oleh karena itu, pedoman gizi 2025-2030 di AS tetap menyarankan pembatasan lemak jenuh maksimal 10 persen dari total kalori harian. Artinya, konsumsi mentega, daging merah, produk susu penuh lemak, keju, serta minyak kelapa perlu dikendalikan.

Manfaat Telur untuk Kesehatan: Lebih dari Sekadar Protein

Alih-alih ditakuti, telur adalah makanan super kaya nutrisi. Satu butir besar mengandung protein, vitamin A, D, E, K, folat, kolin, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin yang baik untuk mata dan otak.

Berikut rincian manfaat berdasarkan bagian telur:

Putih Telur: Protein Tinggi, Nol Kolesterol

Kandungan nya terdiri dari 88% air, sisanya protein berkualitas seperti ovalbumin (54%), ovotransferrin (12%), dan ovomucoid (11%).  Berikut beberapa keunggulannya:

  • Rendah kalori (sekitar 50 kkal/100 gram), cocok untuk diet

  • Bebas LDL yang dikaitkan dengan hipertensi

Kuning Telur: Gudang Vitamin dan Lemak Baik

Terkandung senyawa protein, lemak, air, serta tujuh vitamin esensial: B6, folat, B12, A, D, E, dan K—yang hanya ditemukan di bagian ini. Manfaatnya:

  • Menjaga kesehatan mata: senyawa karotenoid sebagai antioksidan mencegah degenerasi makula dan katarak

  • Mencegah anemia: sebagian besar zat besi telur berada di kuning telur

Dr. Sung menjelaskan bahwa saat mengonsumsi kuning telur, LDL memang naik, tetapi diimbangi kenaikan HDL (kolesterol baik) berkat kandungan omega-3 di dalamnya.

Batasan Konsumsi Telur bagi Penderita Hiperkolesterolemia

Meski kaya manfaat, konsumsi telur tetap perlu batasan. Berikut panduan praktisnya:

Kondisi Kesehatan Batasan Konsumsi
Sehat, kolesterol normal 1-2 butir per hari (termasuk kuning) aman dan bermanfaat
Kolesterol tinggi / Hiperkolesterolemia Maksimal 3-4 butir per minggu, konsultasi ke dokter
Riwayat hipertensi, jantung, atau gangguan ginjal Perlu membatasi kuning telur lebih ketat

Satu butir telur ukuran sedang mengandung sekitar 185-186 mg kolesterol—hampir memenuhi batas harian untuk dewasa sehat (300 mg/hari).

Sebagian kecil individu dengan sensitivitas tinggi (hyper-responders) atau penderita diabetes tipe 2 sebaiknya lebih berhati-hati karena asupan telur berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.


Cara Sehat Mengolah Telur untuk Jantung

Para pakar menyarankan teknik memasak berikut:

  1. Rebus atau poached > orak-arik (sedikit minyak) > ceplok (minyak minim) > goreng (hindari)

  2. Gunakan minyak zaitun atau nabati, bukan mentega yang tinggi lemak jenuh

  3. Padukan dengan sayuran, kacang-kacangan, atau roti gandum utuh—seratnya membantu mengendalikan kolesterol

Dengan pemahaman ilmiah terkini, telur kembali menjadi bagian dari pola makan seimbang. Selain bergizi, telur terjangkau dan mudah diolah. Yang terpenting: perhatikan cara memasak dan total asupan lemak jenuh harian, bukan sekadar menghindari telur.
TAGGED:batasan makan teluredukasi kesehatanhiperkolesterolemiakolesterol jahat LDLkuning telurlemak baikmanfaat telurmitos telurtelur dan jantungtelur menyebabkan kolesterol
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Fasilitas Kesehatan

Posyandu dan Prolanis: Manfaatkan Fasilitas Kesehatan Komunitas dari Pemerintah Manfaat artikel ini…

Teknik Lari di Turunan: Hindari Nyeri Lutut dengan 3 Prinsip Mudah

Setiap pelari pasti pernah mengalaminya: saat melewati jalur menurun, lutut terasa seperti…

Work-life balance remote working

Work-Life Balance di Era Remote: Ketika Fleksibilitas Menjebak dan Overworking Tak Disadari…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Diet Nabati
Nutrisi & Diet

Diet Nabati: Solusi Jangka Panjang yang Murah dan Efektif

By
Alesha Rizky
kangkung
Nutrisi & Diet

Kangkung untuk Anemia: Efektif? Ini Cara Agar Zat Besi Maksimal

By
Alika Reyhan
5 Prinsip Dasar Longevity Diet ala Dr. Valter Longo
Nutrisi & Diet

Ingin Awet Muda? Lakukan Diet untuk Umur Panjang

By
Shakira Fauzan
Mitos Lemak Buruk: Alpukat, Kacang, Minyak Zaitun Bukan Musuh
Nutrisi & Diet

Stop Stigma! Lemak tak jenuh justru baik untuk jantung Anda!

By
Nayla Fadli
https://fitnesid.com/
Facebook Twitter Pinterest Youtube Instagram
Company
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Privacy Policy
  • Contact US
More Info
  • fitnesid.com

FitnesID.com

Portal Informasi Kesehatan, Fitness, dan Gaya Hidup Sehat

Join Community

Copyright © 2026 fitnesid.com, All Rights Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?