Setiap jam, satu perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks. Padahal, penyakit ini bisa dicegah dengan deteksi dini. Bulan Maret, bertepatan Hari Perempuan Sedunia, menjadi momentum kampanye skrining kanker serviks melalui metode IVA dan tes HPV DNA.

Apa Itu Kanker Serviks?

Kanker serviks adalah pertumbuhan sel abnormal di leher rahim akibat infeksi HPV (Human Papillomavirus) tipe 16 dan 18.
Data WHO: Kanker serviks peringkat ke-4 dunia dengan 600.000 kasus baru/tahun. Di Indonesia, 36.000 kasus baru/tahun dengan 21.000 kematian (Kemenkes RI).
Keistimewaan kanker serviks: butuh waktu 10-15 tahun dari infeksi hingga menjadi kanker. Ada “jendela emas” untuk deteksi dini dan pencegahan.
“Kanker serviks bisa dicegah dengan skrining dan vaksinasi. Jangan tunggu gejala,” – dr. Erlina Burhan.
Metode Skrining: IVA vs HPV DNA
Metode IVA
Pemeriksaan dengan mengoleskan asam asetat pada leher rahim. Jaringan abnormal berubah putih.
Keunggulan:
-
Murah (Rp 20-50 ribu)
-
Hasil langsung
-
Bisa di puskesmas
Metode HPV DNA
Deteksi DNA virus HPV dari sampel sel serviks.
Keunggulan:
-
Akurasi >95% (IVA 60-80%)
-
Deteksi sebelum lesi terbentuk
-
Rekomendasi WHO
Perbandingan:
| Aspek | IVA | HPV DNA |
|---|---|---|
| Biaya | Rp 20-50rb | Rp 300-800rb |
| Akurasi | 60-80% | >95% |
| Hasil | Langsung | 3-7 hari |
Siapa Perlu Skrining?

Usia: Mulai 30 tahun (sudah menikah/aktif seksual)
Frekuensi:
-
IVA: setiap 3 tahun
-
HPV DNA: setiap 5 tahun
Prioritas: Wanita usia subur, HIV, riwayat keluarga, belum pernah skrining.
Gejala & Pencegahan
Gejala stadium lanjut:
-
Perdarahan setelah hubungan intim
-
Perdarahan di luar siklus haid
-
Keputihan berbau
Pencegahan:
-
Vaksin HPV (usia 9-14 tahun)
-
Skrining rutin
-
Perilaku sehat (tidak merokok, gunakan kondom)
Skrining Gratis Bulan Maret
Momentum Hari Perempuan (8 Maret): banyak program skrining gratis.
-
IVA gratis di puskesmas
-
Diskon HPV DNA di RS
-
Posko keliling di mal/kantor
Cek informasi di puskesmas atau Dinas Kesehatan setempat.
Tempat & Biaya
IVA:
-
Puskesmas: Rp 10-30rb (gratis untuk BPJS)
-
Klinik swasta: Rp 50-150rb
HPV DNA:
-
RS/Laboratorium: Rp 350-800rb
Target WHO 2030
Eliminasi kanker serviks:
-
90% anak perempuan divaksin HPV
-
70% wanita diskrining usia 35 & 45
-
90% lesi pra-kanker diobati
Program pemerintah: Skrining massal, vaksin gratis anak sekolah, layanan BPJS.

