Mantan bintang Timnas Indonesia, Irfan Bachdim, kembali mencuri perhatian publik. Bukan karena kemampuannya menggiring bola di lapangan hijau, melainkan karena prestasinya yang luar biasa di ajang olahraga fitness global, HYROX. Baru-baru ini, Irfan Bachdim pecahkan rekor HYROX Hong Kong, sebuah pencapaian yang mengejutkan sekaligus menginspirasi banyak pihak. Prestasi ini secara otomatis menjadikan Irfan Bachdim sebagai duta tak langsung HYROX di Indonesia, memperkenalkan olahraga yang masih tergolong asing ini ke publik Tanah Air. Artikel ini akan membahas tuntas apa itu HYROX, bagaimana cara jadi atlet HYROX ala Irfan Bachdim, serta manfaat latihan gabungan lari dan angkat beban berdasarkan sains.
Apa Itu Olahraga HYROX? Kombinasi Lari dan Fungsional yang Menguji Mental

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, nama HYROX mungkin masih terdengar asing. Padahal, olahraga ini telah menjadi fenomena global. Sejak diluncurkan pada tahun 2017 di Hamburg, Jerman, HYROX kini digelar di 5 benua dengan lebih dari 500.000 peserta di tahun 2025 .
Lantas, apa itu olahraga HYROX? Secara sederhana, HYROX adalah perlombaan kebugaran dalam ruangan yang menggabungkan lari dan functional training. Setiap peserta harus menyelesaikan 8 kilometer lari yang diselingi oleh 8 stasiun gerakan fungsional . Formatnya selalu sama di seluruh dunia: lari 1 km, lalu masuk ke stasiun 1 (SkiErg), lari 1 km lagi, lalu stasiun 2 (Sled Push), dan seterusnya hingga stasiun ke-8 (Wall Balls) .
Uniknya, HYROX didesain untuk semua kalangan. Mulai dari atlet elite hingga pemula yang baru pertama kali mencoba fitness kompetitif. Tidak ada batasan waktu, sehingga fokus utamanya adalah menyelesaikan tantangan dan memperbaiki catatan waktu pribadi .
Manfaat untuk pembaca: Informasi ini memberikan pengetahuan baru tentang tren olahraga dunia yang mungkin belum banyak diketahui, sekaligus membuka wawasan bahwa fitness tidak harus membosankan.
Metode Latihan ala Irfan Bachdim: Rahasia di Balik Rekor
Menjadi mantan atlet nasional memberinya bekal fisik yang mumpuni. Namun, Irfan Bachdim angkat beban dan lari HYROX dengan metode khusus yang berbeda dari latihan sepak bola biasanya. HYROX menuntut daya tahan aerobik yang kuat sekaligus kekuatan otot yang maksimal.
Inilah cara jadi atlet HYROX ala Irfan Bachdim yang bisa Anda tiru:
- Bangun Fondasi Aerobik (Zone 2 Running): HYROX terdiri dari 50% lari. Tanpa daya tahan kardio yang baik, Anda akan kehabisan napas di stasiun pertama. Luangkan 2-3 kali seminggu untuk lari dengan kecepatan santai (masih bisa bicara) selama 30-45 menit.
- Latihan Kekuatan Fungsional: Jangan hanya fokus angkat beban berat. Di HYROX, Anda butuh strength endurance (daya tahan kekuatan). Latihan seperti Sled Push, Farmer’s Carry, dan Wall Balls sangat krusial.
- Simulasi Transisi: Kunci HYROX bukan hanya kuat, tapi cepat beradaptasi. Setelah lari, jantung berdetak kencang, lalu harus segera mengangkat beban. Latih transisi ini dengan pola brick workout (lari 1 km langsung lanjut air squat atau rowing).
Manfaat untuk pembaca: Bagian ini memberikan solusi konkret berupa panduan latihan yang bisa langsung dipraktikkan di gym terdekat.
Sains di Balik Latihan Gabungan Irfan Bachdim

Anda mungkin bertanya, apakah aman menggabungkan lari (kardio) dan angkat beban (strength) seperti yang dilakukan Irfan Bachdim? Bukankah kardio bisa mengganggu pertumbuhan otot?
Berdasarkan tinjauan sistematis yang diterbitkan di Sports Medicine (2022), kombinasi latihan aerobik dan kekuatan (concurrent training) ternyata tidak menghambat perkembangan kekuatan maksimal maupun hipertrofi otot . Ini berarti, melakukan Irfan Bachdim angkat beban dan lari HYROX dalam program yang sama tidak akan membuat otot Anda “kempes” atau lemah, asalkan diatur dengan baik.
Penelitian ini juga mengonfirmasi bahwa latihan gabungan justru meningkatkan kapasitas aerobik (VO2Max) dan efisiensi metabolisme tubuh secara signifikan . Namun, sebuah catatan penting dari studi Wilson dkk. (2012) menyebutkan bahwa untuk kekuatan eksplosif (seperti loncatan atau sprint), akan lebih optimal jika latihan aerobik dan kekuatan dipisahkan dengan jeda minimal 3 jam .
Manfaat untuk pembaca: Memberikan insight ilmiah yang meluruskan mitos di dunia fitness, sehingga pembaca tidak ragu mencoba metode latihan hybrid seperti HYROX.
Persiapan Race Day: Jangan Lakukan 3 Kesalahan Ini

Bagi Anda yang tertarik mengikuti jejak Irfan Bachdim, persiapan teknis sangat penting. Berdasarkan pengalaman para atlet HYROX Elite, berikut kesalahan fatal yang sering dilakukan pemula:
- Memulai Terlalu Cepat (SkiErg): Banyak yang habis di stasiun pertama karena memacu SkiErg terlalu kencang. Kuncinya adalah pacing. Mulailah dengan kecepatan 70-80% kemampuan Anda .
- Abaikan Teknik Sled Push: Ini adalah stasiun yang paling membakar otot kaki. Jaga tubuh tetap rendah dan langkah pendek serta bertenaga .
- Tidak Menyiapkan Perlengkapan: Gunakan sepatu dengan cengkeraman kuat (grip) karena lantai arena bisa licin terkena keringat, terutama saat Farmer’s Carry .
Manfaat untuk pembaca: Konten ini bersifat menghibur sekaligus edukatif, memberikan gambaran realistis tentang kerasnya kompetisi dengan cara yang ringan namun berbobot.
Kesimpulan
Prestasi Irfan Bachdim pecahkan rekor HYROX Hong Kong bukan hanya sebuah berita olahraga biasa. Ini adalah gerbang pengenalan olahraga hybrid ke Indonesia. Dengan mengetahui apa itu olahraga HYROX dan cara jadi atlet HYROX ala Irfan Bachdim, Anda tidak perlu menjadi mantan atlet nasional untuk memulai. Yang Anda butuhkan adalah konsistensi, keberanian mencoba hal baru, dan kemauan untuk melampaui batas diri sendiri.
Apakah Anda siap untuk tantangan HYROX berikutnya? Mulailah latihan lari dan beban Anda hari ini!

