By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Follow US
Home » Blog » Fartlek: Speed Play yang Bikin Lari Cepat Tak Membosankan
Fitness & Olahraga

Fartlek: Speed Play yang Bikin Lari Cepat Tak Membosankan

Shakira Fauzan
Last updated: March 25, 2026 8:43 am
By
Shakira Fauzan
Share
5 Min Read
Fartlek
Fartlek
SHARE

Pernahkah Anda merasa bosan dengan rutinitas lari yang itu-itu saja? Atau mungkin Anda ingin meningkatkan kecepatan tetapi malas dengan latihan interval yang terstruktur kaku? Jika ya, selamat datang di dunia fartlek—metode latihan yang mengubah sesi lari Anda menjadi permainan kecepatan yang menyenangkan.

Contents
  • Manfaat Fartlek: Lebih dari Sekadar Latihan Kecepatan
    • 1. Meningkatkan Lactate Threshold (Ambang Batas Laktat)
    • 2. Membangun Mental Toughness
    • 3. Alternatif Menyenangkan dari Interval Running
  • Cara Melakukan Fartlek: Metode Sederhana “Sprint ke Landmark”
    • Variasi Latihan Berdasarkan Level
  • Fakta Menarik: Tradisi Fartlek di Kenya
  • Tips Agar Fartlek Tetap Menyenangkan
  • Kesimpulan

Fartlek, yang berasal dari bahasa Swedia berarti “speed play” atau “permainan kecepatan”, adalah metode latihan yang pertama kali dikembangkan oleh pelatih atletik Swedia, Gösta Holmér, sekitar 80 tahun lalu . Berbeda dengan interval training yang memiliki aturan ketat tentang jarak dan waktu istirahat, fartlek justru menawarkan kebebasan. Anda bisa berlari cepat ke sebuah pohon, lalu melambat hingga ke tiang listrik berikutnya, kemudian berakselerasi lagi—semuanya sesuai dengan ritme dan kondisi tubuh Anda .

Fartlek
Fartlek

Manfaat Fartlek: Lebih dari Sekadar Latihan Kecepatan

Mengapa metode yang sudah berusia delapan dekade ini masih populer hingga kini? Jawabannya terletak pada manfaat unik yang ditawarkannya.

1. Meningkatkan Lactate Threshold (Ambang Batas Laktat)

Salah satu manfaat utama fartlek adalah melatih kemampuan tubuh dalam mengelola asam laktat. Dalam latihan ini, Anda tidak berhenti total saat lelah, melainkan menurunkan kecepatan menjadi jogging santai. Pendekatan ini memungkinkan tubuh tetap bergerak dan menggunakan asam laktat sebagai sumber energi, sehingga secara bertahap meningkatkan ambang batas laktat—titik di mana otot mulai terasa terbakar dan lelah . Hasilnya? Anda bisa berlari lebih cepat tanpa cepat kelelahan.

2. Membangun Mental Toughness

Fartlek adalah “ujian lakmus terhadap tekad” . Latihan ini memaksa Anda beradaptasi dengan perubahan intensitas yang tidak terduga, persis seperti yang terjadi dalam perlombaan sesungguhnya. Pelari jarak jauh jarang mempertahankan kecepatan konstan sepanjang lomba—mereka melambat saat lelah dan berakselerasi saat sudah pulih. Fartlek membiasakan mental Anda dengan dinamika “push-and-recover” yang sangat penting dalam kompetisi .

3. Alternatif Menyenangkan dari Interval Running

Jika interval training terasa seperti ujian yang melelahkan dengan hitungan detik yang presisi, fartlek adalah kebalikannya. Latihan ini memberikan kontrol penuh kepada Anda . Tidak ada tekanan untuk memenuhi target pace tertentu. Anda bisa menikmati pemandangan saat jogging, lalu melesat cepat saat merasa bersemangat. Konsep “bermain cepat” inilah yang membuat fartlek terasa lebih seperti petualangan daripada latihan.

Cara Melakukan Fartlek: Metode Sederhana “Sprint ke Landmark”

4 langkah melakukan fartlek
4 langkah melakukan fartlek

Salah satu cara termudah memulai fartlek adalah dengan metode sprint ke landmark. Berikut panduan praktisnya:

Langkah 1: Pemanasan (10–15 menit)
Mulailah dengan jogging ringan dan peregangan dinamis untuk mempersiapkan otot dan sendi .

Langkah 2: Sprint ke Landmark
Pilih objek di depan Anda—pohon, tiang listrik, bangunan, atau lampu jalan. Berlari cepatlah menuju objek tersebut dengan kecepatan maksimal 80–90%.

Langkah 3: Kombinasi Sprint dan Lari Santai
Setelah mencapai landmark, turunkan kecepatan menjadi jogging santai hingga napas kembali teratur. Jangan berhenti total—kunci fartlek adalah tetap bergerak.

Langkah 4: Ulangi
Lakukan 5–10 kali pengulangan atau selama 20–40 menit, lalu akhiri dengan pendinginan 10 menit .

Variasi Latihan Berdasarkan Level

Level Durasi Cepat Durasi Lambat Total Waktu
Pemula 30 detik 2 menit 20–25 menit
Menengah 1 menit 1–2 menit 30–45 menit
Lanjutan 2 menit 1 menit 50–60 menit

Sumber: Diolah dari berbagai sumber 

Fakta Menarik: Tradisi Fartlek di Kenya

Tahukah Anda bahwa fartlek menjadi rahasia di balik kehebatan para pelari Kenya? Di Dataran Tinggi Afrika Timur, tepatnya di Iten—yang dijuluki “tempat suci lari jarak jauh”—ratusan atlet berkumpul setiap Kamis pagi untuk melakukan fartlek bersama. Mereka berlari di jalan tanah berbukit dengan permukaan tidak rata, melakukan variasi sprint 3 menit dan jogging 1 menit secara bergantian. Dalam satu sesi, mereka bisa menempuh 15–18 kilometer dalam waktu 50–60 menit . Medan yang menantang ini menambah tingkat kesulitan sekaligus efektivitas latihan.

Tips Agar Fartlek Tetap Menyenangkan

  1. Gunakan lingkungan sekitar—berlarilah di taman, perbukitan, atau rute favorit Anda agar tidak monoton .

  2. Percaya pada kemampuan Anda—tidak ada kecepatan yang “salah”. Dengarkan tubuh dan nikmati prosesnya .

  3. Libatkan teman—fartlek bisa dilakukan bersama grup, menjadikannya latihan sosial yang menyenangkan .

  4. Gunakan teknologi—jam tangan Garmin dapat membantu mengatur interval jika Anda tetap ingin struktur ringan tanpa kehilangan fleksibilitas .

Kesimpulan

Fartlek adalah bukti bahwa latihan kecepatan tidak harus membosankan dan kaku. Dengan menggabungkan variasi kecepatan lari, kebebasan menentukan ritme, dan elemen kesenangan, metode ini mampu meningkatkan lactate threshold, membangun mental toughness, dan menjadi alternatif interval running yang menyegarkan. Cocok untuk pelari pemula hingga atlet profesional, fartlek mengajarkan satu hal penting: berlari cepat bisa terasa seperti bermain.

Jadi, pada sesi lari Anda berikutnya, cobalah untuk tidak terpaku pada jam tangan. Pilih sebuah pohon di kejauhan, lalu—bermainlah.

TAGGED:alternatif interval runningambang batas laktatcara meningkatkan kecepatan lariendurance trainingFartlekinterval tidak terstrukturkombinasi sprint dan lari santailactate thresholdlari cepatlatihan fartleklatihan ketahananlatihan lari menyenangkanlatihan lari tanpa kebosananlatihan lari untuk pemulamental toughness lariolahraga laripelari Indonesiarunningspeed playsprint ke landmarkteknik laritips larivariasi kecepatan lari
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Memilih Sepatu Lari yang Tepat? Baca Ini Dulu Sebelum Beli!

Oleh: Tim Kesehatan & Olahraga Pernahkah Anda membeli sepatu lari mahal, tapi…

Pemanasan Dinamis Sebelum Lari: 5-10 Menit yang Menyelamatkan Lutut Anda

Bayangkan Anda baru saja memutuskan untuk memulai gaya hidup sehat dengan berlari.…

Efek Oksitosin Olahraga Bersama: Kunci Tim Kompak

Pernahkah Anda merasakan sensasi "klik" dengan teman olahraga baru hanya dalam satu…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Perbandingan Postur Lari Ideal vs Postur Membungkuk Akibat Core Lemah
Fitness & Olahraga

Postur Lari yang Benar: Perkuat Core, Lari Cepat Bebas Cedera

By
Alika Reyhan
Pelari dengan teknik cadence yang benar: langkah pendek, frekuensi tinggi.
Fitness & Olahraga

Rahasia Efisiensi Lari yang Jarang Diketahui Pelari Pemula

By
Shakira Fauzan
Latihan cepat 20-30 detik yang bikin lari lebih kencang tanpa cedera
Fitness & Olahraga

Rahasia Tersembunyi Pelari Pro

By
Rania Arkan
Time Under Tension
Fitness & Olahraga

Time Under Tension: Rahasia Otot Tanpa Beban Berat

By
Zahra Dimas
https://fitnesid.com/
Facebook Twitter Pinterest Youtube Instagram
Company
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Privacy Policy
  • Contact US
More Info
  • fitnesid.com

FitnesID.com

Portal Informasi Kesehatan, Fitness, dan Gaya Hidup Sehat

Join Community

Copyright © 2026 fitnesid.com, All Rights Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?