Pernahkah Anda merasakan perut terasa berat, sembelit, atau mudah lapar sepanjang hari? Di tengah kesibukan yang padat, masalah pencernaan sering kali menjadi “tamu tak diundang” yang mengganggu kenyamanan. Belakangan ini, media sosial TikTok diramaikan dengan tren minuman yang disebut-sebut sebagai solusi instan untuk masalah tersebut: chia water, atau yang lebih dikenal dengan julukan “internal shower drink” .
- Apa Itu Chia Water dan Mengapa Disebut “Internal Shower”?
- Manfaat Chia Water: Apa Kata Sains?
- 1. Membersihkan Pencernaan dan Melancarkan BAB
- 2. Menekan Nafsu Makan dan Mendukung Diet
- 3. Menjaga Hidrasi Tubuh
- Cara Membuat Chia Water yang Benar
- Kapan Waktu Terbaik Minum Chia Water?
- Efek Samping dan Hal yang Perlu Diwaspadai
- 1. Jangan Konsumsi dalam Keadaan Kering
- 2. Mulai dengan Porsi Kecil
- 3. Perhatikan Keasaman Lemon
- 4. Siapa yang Sebaiknya Menghindari Chia Water?
- Kesimpulan: Apakah Chia Water Layak Dicoba?
Minuman sederhana ini—hanya berupa rendaman biji chia dalam air dengan tambahan perasan lemon—telah mengumpulkan lebih dari 100 juta tayangan di berbagai platform. Para penggemarnya mengklaim bahwa minuman ini mampu membersihkan sistem pencernaan dari dalam, menjaga hidrasi, dan menekan nafsu makan secara alami . Tapi, benarkah klaim ini? Atau sekadar tren sesaat yang tidak memiliki dasar ilmiah?
Artikel ini akan mengupas tuntas manfaat, cara membuat, waktu konsumsi yang tepat, serta efek samping yang perlu Anda waspadai sebelum menjadikan chia water sebagai rutinitas harian.

Apa Itu Chia Water dan Mengapa Disebut “Internal Shower”?
Chia water adalah minuman yang terbuat dari biji chia yang direndam dalam air hingga mengembang dan membentuk tekstur seperti gel. Biasanya, satu hingga dua sendok makan biji chia dicampur dengan 200-400 ml air (sekitar satu hingga dua gelas), ditambah perasan lemon untuk menambah rasa dan manfaat .
Istilah “internal shower” lahir dari efek yang dirasakan oleh para penggemarnya: minuman ini membantu membersihkan saluran pencernaan layaknya “shower” dari dalam. Ketika biji chia direndam, ia menyerap air 12 hingga 15 kali lipat dari beratnya, membentuk gel yang kemudian melewati usus dan membantu mengeluarkan sisa-sisa makanan yang menumpuk .
Manfaat Chia Water: Apa Kata Sains?
1. Membersihkan Pencernaan dan Melancarkan BAB
Manfaat utama chia water adalah kemampuannya dalam mengatasi sembelit dan melancarkan buang air besar. Dalam dua sendok makan biji chia (sekitar 30 gram), terkandung hampir 10 gram serat—setara dengan sepertiga hingga setengah dari kebutuhan serat harian orang dewasa .
Dr. Sophie M. Balzora, seorang gastroenterolog dari NYU Langone Health, menjelaskan bahwa biji chia mengandung dua jenis serat yang bekerja secara sinergis :
-
Serat larut: Membentuk gel dalam usus, membantu tinja tetap lunak dan mudah dikeluarkan.
-
Serat tidak larut: Menambah volume tinja, sehingga lebih mudah melewati saluran pencernaan.
Kombinasi ini membuat chia water menjadi minuman yang efektif untuk mengatasi konstipasi dan meningkatkan keteraturan pencernaan. Gastroenterolog Will Bulsiewicz, M.D., bahkan menyatakan persetujuannya terhadap tren ini, mengatakan bahwa minuman tersebut “akan membantu Anda buang air besar yang sehat” .
2. Menekan Nafsu Makan dan Mendukung Diet
Bagi Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan, chia water bisa menjadi “senjata rahasia”. Ketika biji chia mengembang di dalam lambung, gel yang terbentuk memberikan sinyal kenyang lebih lama, sehingga mengurangi keinginan untuk ngemil atau makan berlebihan .
Seorang ahli gizi dari Amerika Serikat, Archana Batra, menjelaskan bahwa meminum chia water di pagi hari dapat membantu mempertahankan rasa kenyang hingga waktu makan siang, yang sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin mengontrol berat badan secara alami tanpa merasa kelaparan .
3. Menjaga Hidrasi Tubuh
Selain serat, chia water juga berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan cairan harian. Satu porsi chia water mengandung satu hingga dua gelas air—sekitar 15-25 persen dari kebutuhan cairan harian orang dewasa . Hidrasi yang cukup sangat penting untuk mendukung fungsi detoksifikasi alami tubuh, mengganti cairan yang hilang, dan tentu saja, melancarkan pencernaan.
Cara Membuat Chia Water yang Benar

Membuat chia water sangat sederhana. Berikut resep dasar yang bisa Anda praktikkan di rumah:
Bahan-bahan:
-
1-2 sendok makan biji chia (sekitar 15-30 gram)
-
200-400 ml air putih
-
½ hingga 1 buah lemon (peras airnya)
-
Pemanis alami opsional: madu atau sirup maple (jika tidak dalam kondisi puasa/intermittent fasting)
Langkah-langkah:
-
Masukkan biji chia ke dalam gelas atau wadah.
-
Tuangkan air, lalu aduk rata.
-
Tambahkan perasan lemon dan aduk kembali.
-
Diamkan selama minimal 15-30 menit hingga biji chia mengembang sempurna. Aduk sesekali di 10 menit pertama agar biji tidak menggumpal .
-
Untuk hasil terbaik, Anda bisa merendamnya semalaman di lemari es .
Variasi resep:
-
Chia infused water: Tambahkan irisan stroberi, mentimun, atau daun mint untuk rasa yang lebih segar.
-
Chia dengan susu nabati: Gunakan susu almond atau susu kelapa sebagai pengganti air untuk tekstur seperti puding .
Kapan Waktu Terbaik Minum Chia Water?
Waktu konsumsi chia water menentukan efektivitasnya. Berikut panduan berdasarkan tujuan Anda:
| Waktu | Manfaat |
|---|---|
| Pagi hari (saat perut kosong) | Membantu membersihkan sistem pencernaan setelah semalaman, menghidrasi tubuh, dan mengaktifkan metabolisme |
| 15-30 menit sebelum makan berat | Menekan nafsu makan, membantu mengontrol porsi, dan mencegah makan berlebihan |
| Sebelum olahraga | Memberikan energi berkelanjutan berkat kombinasi protein, serat, dan lemak sehat |
Hindari mengonsumsi chia water tepat sebelum tidur. Kandungan seratnya yang tinggi dapat memicu aktivitas usus yang berlebihan, menyebabkan kembung, gas, atau bahkan meningkatkan frekuensi buang air kecil yang mengganggu kualitas tidur .
Efek Samping dan Hal yang Perlu Diwaspadai
Meskipun memiliki banyak manfaat, chia water tidak cocok untuk semua orang. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Jangan Konsumsi dalam Keadaan Kering
Biji chia yang belum direndam dan langsung ditelan dapat menyerap kelembapan di tenggorokan atau kerongkongan, mengembang, dan menyebabkan risiko tersedak atau penyumbatan . Selalu rendam biji chia terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
2. Mulai dengan Porsi Kecil
Jika Anda tidak terbiasa dengan diet tinggi serat, mengonsumsi dua sendok makan chia sekaligus dapat menyebabkan kembung, gas, sakit perut, atau bahkan sembelit . Ahli gizi menyarankan untuk memulai dengan setengah hingga satu sendok teh per hari, kemudian secara bertahap meningkatkan jumlahnya seiring tubuh beradaptasi .
3. Perhatikan Keasaman Lemon
Minum chia water dengan lemon setiap hari dapat berdampak pada kesehatan gigi. Asam sitrat dalam lemon dapat mengikis enamel gigi seiring waktu. Bilas mulut dengan air putih setelah meminumnya, atau gunakan sedotan untuk mengurangi kontak langsung dengan gigi .
4. Siapa yang Sebaiknya Menghindari Chia Water?
-
Penderita penyakit gastrointestinal aktif (seperti Crohn, kolitis ulserativa, atau divertikulitis)
-
Orang dengan riwayat kesulitan menelan (disfagia)
-
Pengguna obat pengencer darah (chia memiliki sifat pengencer darah alami)
-
Penderita tekanan darah rendah yang sedang dalam pengobatan
Kesimpulan: Apakah Chia Water Layak Dicoba?
Chia water bukan sekadar tren media sosial semata. Berdasarkan bukti ilmiah dan pendapat para ahli, minuman ini memang memiliki manfaat nyata untuk kesehatan pencernaan, hidrasi, dan pengendalian nafsu makan. Kandungan seratnya yang tinggi—10 gram per dua sendok makan—menjadikannya cara mudah untuk memenuhi kebutuhan serat harian yang sering kali kurang terpenuhi .
Namun, seperti halnya semua hal dalam kesehatan, kunci utamanya adalah moderasi. Mulailah dengan porsi kecil, perhatikan bagaimana respons tubuh Anda, dan jadikan chia water sebagai bagian dari pola makan seimbang—bukan sebagai satu-satunya solusi ajaib.
Jika Anda sedang mengalami masalah pencernaan serius atau memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai rutinitas ini.

