Penelitian terbaru yang relevan bagi pembaca fitnesid menemukan hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan jumlah jaringan lemak di sekitar jantung. Studi terhadap 16.685 peserta UK Biobank menunjukkan orang dengan aktivitas lebih tinggi cenderung memiliki area epicardial dan pericardial adipose tissue yang lebih kecil. Sebaliknya, kelompok dengan waktu sedentari lebih tinggi menunjukkan area lemak tersebut lebih besar.
Temuan menarik ini tidak berarti olahraga secara langsung “menghilangkan lemak jantung”.
Studi bersifat observasional sehingga hanya dapat menunjukkan hubungan, bukan membuktikan sebab-akibat.
Peneliti Menggunakan Data Wearable
Salah satu kekuatan studi berada pada cara aktivitas diukur.
Peserta menggunakan accelerometer di pergelangan tangan.
Perangkat tersebut memberikan data objektif mengenai berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk aktivitas ringan, sedang, dan berat.
Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada ingatan peserta.
Jika hanya memakai kuesioner, seseorang dapat salah mengingat durasi atau intensitas olahraga.
Wearable memberi gambaran lebih konsisten mengenai gerakan harian.
Lebih dari 16 Ribu Peserta Masuk Analisis
Penelitian menggunakan 16.685 peserta UK Biobank yang juga menjalani pemeriksaan magnetic resonance imaging jantung.
Tim kemudian melihat hubungan antara aktivitas dan epicardial serta pericardial adipose tissue.
Jenis lemak ini berada di sekitar struktur jantung.
Jumlah berlebih telah lama menjadi perhatian dalam penelitian kardiometabolik karena berhubungan dengan kondisi metabolik dan kardiovaskular.
Namun, hubungan biologisnya kompleks dan tidak bisa dijelaskan hanya dengan satu faktor.
Kelompok Paling Aktif Punya Area Lebih Kecil
Dalam abstrak PubMed, peserta pada kuartil aktivitas total tertinggi menunjukkan rata-rata area EPAT sekitar 21,29 persen lebih kecil dibanding kelompok aktivitas terendah setelah penyesuaian statistik yang digunakan peneliti. Aktivitas sedang dan berat juga menunjukkan pola hubungan negatif dengan area lemak tersebut.
Angka ini tidak berarti setiap orang yang meningkatkan olahraga akan otomatis kehilangan 21 persen lemak di sekitar jantung.
Perbandingan dilakukan antara kelompok dalam studi.
Karakteristik individu tetap berbeda.
Duduk Lama Menunjukkan Arah Sebaliknya
Waktu sedentari memberikan pola yang menarik.
Peserta dengan tingkat sedentari tertinggi mempunyai rata-rata area EPAT sekitar 15,9 persen lebih besar dibanding kelompok dengan waktu duduk terendah.
Hubungan tersebut masih terlihat setelah sejumlah faktor diperhitungkan.
Temuan ini mendukung gagasan bahwa kesehatan bukan hanya soal berapa lama seseorang melakukan workout.
Apa yang dilakukan sepanjang sisa hari juga penting.
Orang dapat berolahraga satu jam lalu tetap duduk hampir seluruh waktu lainnya.
Aktivitas Ringan Juga Punya Hubungan
Studi tidak hanya melihat olahraga berat.
Aktivitas ringan ikut menunjukkan hubungan dengan area lemak yang lebih rendah, meski besarnya lebih kecil dibanding beberapa kategori aktivitas lain.
Hal ini relevan bagi orang yang belum siap melakukan latihan intens.
Berjalan, melakukan pekerjaan rumah, berdiri lebih sering, atau bergerak selama bekerja tetap berkontribusi pada total aktivitas.
Pendekatan seperti ini lebih realistis untuk banyak orang dibanding menganggap kesehatan hanya berasal dari gym.
Tidak Perlu Mengejar Intensitas Maksimal
Aktivitas berat memang mempunyai manfaat, tetapi tidak berarti semua orang harus langsung berlatih maksimal.
Intensitas perlu menyesuaikan kondisi tubuh, pengalaman, usia, serta riwayat kesehatan.
Pemula dapat membangun kebiasaan melalui aktivitas sedang terlebih dahulu.
Berjalan cepat, bersepeda santai, atau latihan kekuatan dasar dapat menjadi titik awal.
Progres bertahap lebih mudah dipertahankan daripada perubahan ekstrem yang hanya berlangsung beberapa minggu.
WHO Menganjurkan 150–300 Menit
Pedoman aktivitas WHO menganjurkan orang dewasa melakukan setidaknya 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu atau 75–150 menit aktivitas berat, ditambah latihan penguatan otot dua hari atau lebih.
Target tersebut merupakan panduan umum.
Orang dengan kondisi medis tertentu mungkin membutuhkan penyesuaian dari tenaga kesehatan.
Bagi orang yang sangat tidak aktif, WHO juga menekankan bahwa sedikit aktivitas tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.
Kurangi Duduk dengan Cara Sederhana
Tidak semua orang dapat meninggalkan pekerjaan meja.
Solusinya bukan berhenti bekerja, melainkan mencari kesempatan bergerak.
Berdiri ketika melakukan panggilan dapat membantu.
Berjalan beberapa menit setelah makan juga mudah dilakukan.
Mengambil tangga untuk beberapa lantai atau berjalan ke tempat makan yang sedikit lebih jauh menambah aktivitas tanpa perlu sesi olahraga formal.
Akumulasi kecil sepanjang hari dapat membuat total gerakan meningkat.
Lemak Tubuh Tetap Dipengaruhi Banyak Hal
Aktivitas hanya salah satu faktor.
Pola makan, tidur, genetik, usia, hormon, kondisi metabolik, konsumsi alkohol, dan sejumlah faktor lain ikut menentukan komposisi tubuh.
Karena itu, hasil studi tidak sebaiknya digunakan untuk menjanjikan satu jenis latihan sebagai solusi khusus.
Peneliti juga menemukan sebagian hubungan antara aktivitas dan lemak sekitar jantung dimediasi oleh jumlah visceral adipose tissue secara keseluruhan.
Artinya, mekanismenya berkaitan dengan distribusi lemak tubuh yang lebih luas.
Studi Tidak Membuktikan Sebab-Akibat
Bagian ini paling penting.
Penelitian observasional dapat menemukan pola kuat, tetapi tetap berbeda dari uji klinis terkontrol.
Orang yang lebih aktif mungkin juga mempunyai pola makan, kondisi ekonomi, kesehatan awal, atau kebiasaan lain yang berbeda.
Peneliti mencoba menyesuaikan sejumlah faktor secara statistik, tetapi tidak mungkin menghapus seluruh perbedaan.
Karena itu, kalimat yang tepat adalah “berhubungan dengan”, bukan “menyebabkan”.
Pesannya Tetap Sederhana: Lebih Banyak Bergerak
Meski penelitian tidak membuktikan kausalitas, temuannya konsisten dengan bukti luas bahwa aktivitas fisik memberi manfaat kardiometabolik.
Kabar baiknya, bergerak tidak harus identik dengan olahraga ekstrem.
Aktivitas ringan, latihan sedang, dan olahraga berat semuanya dapat menjadi bagian pola hidup aktif.
Bagi orang yang banyak duduk, titik awal paling realistis mungkin bukan menambah satu sesi gym berat.
Mengurangi waktu tidak bergerak dan memasukkan aktivitas sepanjang hari bisa menjadi langkah yang lebih mudah dipertahankan.
Penelitian terbaru memberi satu alasan tambahan untuk melakukan hal sederhana tersebut: tubuh yang lebih aktif juga tampak berkaitan dengan jumlah lemak di sekitar jantung yang lebih rendah.

