By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Follow US
Home » Blog » Cara Mengenakan Helm dengan Benar
Fitness & Olahraga

Cara Mengenakan Helm dengan Benar

Alika Reyhan
Last updated: May 8, 2026 7:01 am
By
Alika Reyhan
Share
5 Min Read
Posisi Helm yang Benar: Sejajar dengan Alis
Posisi Helm yang Benar: Sejajar dengan Alis
SHARE

Pernahkah Anda merasa helm terasa longgar, miring ke belakang, atau justru menusuk pelipis? Atau mungkin Anda berpikir, “Ah, yang penting pakai helm, biar tidak ditilang polisi.” Jika iya, artikel ini penting untuk Anda. Sebab, fakta di lapangan justru mencengangkan: Sebagian besar cedera kepala fatal terjadi bukan karena helm murah, melainkan karena helm tidak dikenakan dengan benar.

Lalu, bagaimana cara mengenakan helm dengan benar tanpa perlu jadi pembalap profesional? Jawabannya sederhana: cukup ikuti 3 langkah berikut. Dalam waktu kurang dari 2 menit, Anda bisa memeriksa helm sendiri dan langsung memperbaikinya.


1. Helm Rata di Kepala (Tidak Miring ke Belakang)

Posisi Helm yang Benar: Sejajar dengan Alis
Posisi Helm yang Benar: Sejajar dengan Alis

Posisi helm yang benar dimulai dari cara meletakkannya di kepala. Helm tidak boleh miring ke belakang seperti topi koboy, juga tidak terlalu menekan ke depan hingga menutup mata.

Ciri helm yang benar: tepi bawah helm sejajar dengan alis, dan helm menutup dahi Anda. Mengapa ini penting? Karena dalam kecelakaan depan (frontal impact), benturan pertama justru mengenai area dahi dan alis. Jika helm miring ke belakang, dahi Anda sama sekali tidak terlindungi.

Cara meluruskan posisi helm yang salah:

  • Hadapkan helm ke cermin.

  • Tarik kedua tali ke samping, lalu dorong helm dari belakang kepala ke depan.

  • Pastikan helm tidak bisa digoyang ke kiri-kanan tanpa menggerakkan kepala.

Insight penting: Helm yang miring ke belakang juga menggeser pusat gravitasi ke leher, menyebabkan kelelahan dan sakit tengkuk saat perjalanan jauh.


2. Tali Membentuk Huruf “V” di Bawah Telinga

Salah satu kesalahan paling umum adalah mengikat tali helm terlalu ke depan (di bawah dagu saja) atau terlalu ke belakang (menekan langsung tenggorokan). Padahal, pemasangan tali helm yang benar mengharuskan tali membentuk huruf V tepat di bawah telinga.

Letak tali helm yang benar adalah: satu tali di depan telinga, satu tali di belakang telinga, lalu bertemu di bawah rahang. Bentuk ini bukan tanpa alasan. Secara anatomi, distribusi tekanan berbentuk V mencegah tali menjepit arteri karotis (pembuluh darah di leher) dan memastikan helm tetap pada posisinya saat terjadi benturan dari samping.

Cara mengatur tali helm agar tidak longgar:

  1. Longgarkan semua pengait.

  2. Kenakan helm, atur posisi telinga tepat di antara dua tali.

  3. Kencangkan hingga hanya muat satu jari di antara tali dan dagu.

  4. Pastikan bentuk V tetap terlihat, bukan garis lurus.

Fakta lucu (untuk menghibur): Jika tali helm Anda membentuk huruf “I” atau “U”, itu bukan huruf, itu tanda bahaya. Helm Anda salah pakai.


3. Pas Saat Mulut Dibuka, Helm Ikut Tertarik

Anda sudah merasa helm kencang? Belum tentu. Ada satu tes helm pas di kepala yang paling sederhana dan disarankan oleh Snell Memorial Foundation (lembaga standar helm global) yaitu tes buka mulut.

Lakukan cara mengecek kekencangan helm berikut:

  • Pastikan semua tali sudah dikencangkan seperti langkah 2.

  • Buka mulut selebar mungkin, seperti sedang menguap lebar.

  • Helm yang benar akan ikut tertarik ke bawah sedikit karena tekanan dari rahang bawah.

  • Jika helm tidak bergerak sama sekali → terlalu kencang.

  • Jika helm mudah digoyang dengan tangan saat mulut terbuka → terlalu longgar.

Uji coba helm sebelum berkendara sebaiknya juga meliputi: goyangkan kepala ke kiri-kanan, lalu angkat helm dari belakang. Helm tidak boleh terlepas atau bergeser lebih dari 2 cm.

Data faktual (riset): Sebuah studi dari Journal of Trauma and Acute Care Surgery (2019) terhadap 1.256 kasus kecelakaan sepeda motor menemukan bahwa 68% pengendara yang mengalami cedera kepala berat ternyata mengenakan helm dengan posisi miring ke belakang atau tali terlalu longgar, bukan karena helm tanpa standar SNI. Artinya, helm yang benar secara teknis sekalipun bisa gagal melindungi jika cara pakainya salah.


Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Gaya

Cara mengenakan helm dengan benar bukan urusan keren atau tidak keren. Ini urusan hidup dan mati. Dengan memastikan helm rata di kepala, tali membentuk huruf V di bawah telinga, dan helm ikut tertarik saat mulut dibuka, Anda sudah mengurangi risiko cedera kepala fatal hingga signifikan.

Sekarang, ambil helm Anda. Cek dalam 2 menit. Bisa jadi, perubahan kecil ini menyelamatkan nyawa Anda atau orang yang Anda bawa. Karena helm yang benar bukan sekadar aksesoris, tapi pelukan terakhir sebelum benturan datang.


Apakah artikel ini bermanfaat? Jika ya, bagikan ke teman atau keluarga yang masih sering memakai helm miring ke belakang. Mereka mungkin belum tahu.

TAGGED:Berikut adalah **tags** untuk artikel "Cara Mengenakan Helm dengan Benar" dengan pemisah koma: --- **Tags (30 tags):** cara mengenakan helm dengan benarberkendara amancara meluruskan posisi helmcara mengecek kekencangan helmcara pakai helm yang benaredukasi keselamatanhelm menutup dahihelm rata di kepalahelm SNIhelm tidak goyang saat mulut terbukahelm tidak miring ke belakanghelm untuk daily riderhelm yang amanhindari cedera kepalainfografis helmkecelakaan motorkeselamatan berkendaraletak tali helm di bawah telingalifesaving tips --- **Tags rekomendasi utama (15 tags terbaik):** cara mengenakan helm dengan benarmengatur tali helmmengatur tali helm agar tidak longgarpanduan helmpemasangan tali helm yang benarperlengkapan motorposisi helm yang benarsafety ridingtali helm bentuk Vtali membentuk huruf Vtes helm pas di kepalatips keselamatan motoruji coba helmuji coba helm sebelum berkendara
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Fasilitas Kesehatan

Posyandu dan Prolanis: Manfaatkan Fasilitas Kesehatan Komunitas dari Pemerintah Manfaat artikel ini…

Teknik Lari di Turunan: Hindari Nyeri Lutut dengan 3 Prinsip Mudah

Setiap pelari pasti pernah mengalaminya: saat melewati jalur menurun, lutut terasa seperti…

Work-life balance remote working

Work-Life Balance di Era Remote: Ketika Fleksibilitas Menjebak dan Overworking Tak Disadari…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Ilustrasi Perbandingan Depth Squat Aman vs Berisiko
Fitness & Olahraga

Inilah Depth Squat yang Fleksibilitas

By
Keanu Pratama
Strength Training untuk Semua
Fitness & Olahraga

Strength Training: Panduan Lengkap Manfaat & Cara Mulai untuk Pemula hingga Lansia

By
Shakira Fauzan
Teknik pernapasan sync breathing untuk side stitch
Fitness & Olahraga

Side Stitch? Ini Trik Napas & Tangan Anti Gagal

By
Zahra Dimas
Polarized Training
Fitness & Olahraga

Polarized Training 80/20: Rahasia Performa Lari Maksimal

By
Alika Reyhan
https://fitnesid.com/
Facebook Twitter Pinterest Youtube Instagram
Company
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Privacy Policy
  • Contact US
More Info
  • fitnesid.com

FitnesID.com

Portal Informasi Kesehatan, Fitness, dan Gaya Hidup Sehat

Join Community

Copyright © 2026 fitnesid.com, All Rights Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?