By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Follow US
Home » Blog » Doomscrolling Picu Insomnia? Ganti dengan Musik
Gaya Hidup Sehat

Doomscrolling Picu Insomnia? Ganti dengan Musik

Keanu Pratama
Last updated: April 14, 2026 2:39 pm
By
Keanu Pratama
Share
7 Min Read
Kebiasaan sehat sebelum tidur: membaca buku dan mendengarkan musik
Kebiasaan sehat sebelum tidur: membaca buku dan mendengarkan musik
SHARE

Pernahkah kamu mengalami momen di mana tanganmu terus menggulir layar ponsel meskipun mata sudah terasa berat? Satu berita buruk mengarah ke berita buruk lainnya, dari bencana hingga krisis global. Tanpa sadar, satu jam telah berlalu, dan yang kamu dapatkan bukanlah ketenangan, melainkan rasa cemas yang menggerogoti. Selamat datang di dunia doomscrolling kebiasaan scroll berita buruk sebelum tidur yang kini menjadi epidemi diam-diam di era digital.

Contents
  • Bahaya Doomscrolling: Lebih dari Sekadar Kebiasaan Buruk
    • Doomscrolling Menyebabkan Kecemasan: Fakta Ilmiah
    • Doomscrolling Picu Insomnia dan Gangguan Tidur
  • Dampak Psikologis: Antara Kesehatan Mental dan Masa Depan yang Gelap
    • Doomscrolling dan Kesehatan Mental
    • Efek Negatif Scroll Media Sosial Malam Hari
  • Solusi Praktis: Ganti Kebiasaan Scroll dengan Aktivitas Menenangkan
    • Membaca Buku Sebelum Tidur
    • Mendengarkan Musik sebagai Alternatif
  • Cara Memutus Lingkaran Setan Doomscrolling Malam Ini
  • Kesimpulan: Pilih Ketenangan, Bukan Kecemasan

Artikel ini akan membahas secara ilmiah bagaimana doomscrolling menyebabkan kecemasan dan insomnia, serta memberikan solusi praktis berupa kebiasaan membaca buku atau mendengarkan musik untuk menggantikannya. Manfaat yang akan kamu peroleh: informasi baru berdasarkan riset, insight tentang cara kerja otakmu, solusi yang langsung bisa dicoba malam ini, dan gaya penulisan yang ringan namun berbobot.

Ilustrasi seseorang scrolling ponsel di tempat tidur dengan ekspresi cemas
Ilustrasi seseorang scrolling ponsel di tempat tidur dengan ekspresi cemas

Bahaya Doomscrolling: Lebih dari Sekadar Kebiasaan Buruk

Istilah “doomscrolling” pertama kali muncul pada tahun 2018 dan dipopulerkan oleh jurnalis Karen Ho . Fenomena ini didefinisikan sebagai perilaku menggulir (scroll) media sosial atau berita secara terus-menerus dengan fokus pada informasi yang menyedihkan, meresahkan, atau negatif. Menurut penelitian yang dipublikasikan di BMC Psychiatry, doomscrolling menciptakan lingkaran setan yang mendorong seseorang untuk secara kompulsif mengonsumsi informasi negatif, yang pada akhirnya berdampak signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik .

Doomscrolling Menyebabkan Kecemasan: Fakta Ilmiah

Mengapa doomscrolling menyebabkan kecemasan? Penelitian pada 747 pengguna media sosial mengungkapkan bahwa paparan berita negatif dalam durasi singkat sekalipun misalnya hanya 15 menit menonton program berita dapat meningkatkan kecemasan keadaan (state anxiety) dan disregulasi suasana hati pada mahasiswa . Lebih mengkhawatirkan lagi, semakin tinggi frekuensi doomscrolling, semakin berat tingkat depresi, semakin besar kecemasan akan masa depan, dan semakin rendah kepuasan hidup seseorang .

Dr. Evita Limon-Rocha, psikiater dari Kaiser Permanente Riverside, menambahkan bahwa secara nasional, para profesional kesehatan melihat peningkatan kasus kecemasan dan depresi yang berkorelasi dengan kebiasaan konsumsi konten digital sebelum tidur .

Doomscrolling Picu Insomnia dan Gangguan Tidur

Hubungan antara doomscrolling picu insomnia ternyata bersifat dua arah. Sebuah studi structural equation modeling yang melibatkan 2.885 mahasiswa menemukan bahwa doomscrolling berperan sebagai mediator dalam hubungan timbal balik antara insomnia dan depresi . Artinya, doomscrolling tidak hanya menyebabkan insomnia, tetapi insomnia juga memperparah kecenderungan doomscrolling sebuah lingkaran setan yang sulit diputus.

Gangguan tidur akibat doomscrolling juga diperparah oleh faktor biologis. Paparan layar ponsel yang memancarkan cahaya biru (blue light) pada malam hari menekan produksi melatonin hormon yang memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya tidur . Penelitian pada hewan model menunjukkan bahwa paparan cahaya biru selama periode gelap (setara dengan malam hari pada manusia) menekan kadar melatonin dan mengubah arsitektur tidur, termasuk mengurangi tidur REM yang penting untuk pemulihan mental .

Dampak Psikologis: Antara Kesehatan Mental dan Masa Depan yang Gelap

Doomscrolling dan Kesehatan Mental

Doomscrolling dan kesehatan mental memiliki korelasi yang sangat kuat. Penelitian terhadap penyintas gempa bumi Turki 2023 yang menewaskan sekitar 50.000 orang menunjukkan bahwa individu dengan tingkat tekanan psikologis yang lebih tinggi meliputi depresi, kecemasan, dan stres cenderung melakukan doomscrolling lebih intensif. Selain itu, kecemasan akan masa depan (future anxiety) terbukti menjadi pemicu signifikan dari perilaku ini .

Ilustrasi otak dan jantung terpengaruh cahaya biru dan stres digital
Ilustrasi otak dan jantung terpengaruh cahaya biru dan stres digital

Efek Negatif Scroll Media Sosial Malam Hari

Efek negatif scroll media sosial malam hari tidak hanya bersifat psikologis tetapi juga fisiologis. Saat membaca berita buruk, sistem saraf otonom mengaktifkan respons “lawan atau lari” (fight or flight). Detak jantung meningkat, hormon kortisol (stres) naik, dan otak berada dalam kondisi siaga tinggi . Kondisi ini adalah kebalikan mutlak dari apa yang dibutuhkan untuk tidur nyenyak. Tidur membutuhkan keadaan tenang, aman, dan stimulasi rendah sesuatu yang tidak mungkin tercapai saat otak sedang dibanjiri berita tentang krisis.

Solusi Praktis: Ganti Kebiasaan Scroll dengan Aktivitas Menenangkan

Setelah memahami bahayanya, sekarang saatnya bertindak. Para ahli merekomendasikan dua alternatif utama: membaca buku dan mendengarkan musik.

Membaca Buku Sebelum Tidur

Mengganti doomscrolling dengan membaca buku memberikan manfaat ganda. Dr. Rachael Molitor, psikolog dari Coventry University, menjelaskan bahwa membaca dengan perlahan dan tenang sebelum tidur mengaktifkan sistem saraf parasimpatis sistem “istirahat dan cerna” yang menurunkan detak jantung dan tekanan darah . Namun, penting untuk memilih jenis bacaan yang tepat. Fiksi ringan atau cerita yang familiar cenderung lebih baik untuk tidur dibandingkan non-fiksi yang memicu pemikiran kritis atau intensitas emosional. Buku cetak (print book) juga lebih ideal karena tidak memiliki cahaya latar yang mengganggu melatonin .

Kebiasaan sehat sebelum tidur: membaca buku dan mendengarkan musik
Kebiasaan sehat sebelum tidur: membaca buku dan mendengarkan musik

Mendengarkan Musik sebagai Alternatif

Bagi yang tidak suka membaca, mendengarkan musik instrumental, lo-fi, atau suara alam dapat menjadi pilihan. Aktivitas ini memberikan fokus kognitif yang lembut tanpa stimulasi berlebihan, membantu transisi otak dari mode siaga ke mode istirahat.

Cara Memutus Lingkaran Setan Doomscrolling Malam Ini

Menghentikan kebiasaan yang sudah mengakar memang tidak mudah, tetapi bukan tidak mungkin. Berikut langkah-langkah konkret:

  1. Tetapkan jam malam digital (news curfew) – Berhenti mengakses berita dan media sosial 60–90 menit sebelum tidur .
  2. Jauhkan ponsel dari tempat tidur – Letakkan ponsel untuk diisi daya di luar kamar tidur. Jika ponsel tidak dalam jangkauan tangan, godaan untuk scroll akan berkurang drastis.
  3. Siapkan buku di samping tempat tidur – Jadikan buku sebagai “pengganti” ponsel. Metode habit stacking (menumpuk kebiasaan) ini efektif untuk perubahan perilaku jangka panjang .
  4. Matikan notifikasi push – Berita breaking dirancang untuk menarik perhatian. Nonaktifkan notifikasi yang tidak esensial, terutama pada malam hari.

Kesimpulan: Pilih Ketenangan, Bukan Kecemasan

Doomscrolling mungkin terasa seperti cara untuk tetap “terinformasi”, tetapi pada kenyataannya kebiasaan ini merampas ketenangan dan kualitas tidurmu. Dengan bukti ilmiah yang semakin kuat mulai dari penelitian pada 2.885 mahasiswa hingga studi pada penyintas bencana satu hal menjadi jelas: gangguan tidur akibat doomscrolling adalah masalah nyata yang membutuhkan intervensi nyata.

Malam ini, cobalah tantangan sederhana: tinggalkan ponsel, ambil buku cetak atau siapkan daftar putar musik favoritmu, dan berikan waktu 15–30 menit untuk aktivitas yang benar-benar merestorasimu. Tidur yang berkualitas bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan biologis. Dan itu dimulai dengan satu keputusan kecil: berhenti scroll, mulai hidup.

TAGGED:berita negatif dan stresblue light dan insomniadigital detox malam haridoomscrollingdoomscrolling dan kesehatan mentaldoomscrolling menyebabkan kecemasandoomscrolling picu insomniaefek negatif scroll media sosial malam harigangguan tidur akibat doomscrollinghabit stacking sebelum tidurkebiasaan scroll berita burukkesehatan mental generasi digitalmembaca buku sebelum tidurmendengarkan musik untuk tidurmengatasi kecemasan digitalnews curfewrutinitas tidur sehattips berhenti doomscrolling
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Yoga untuk Fleksibilitas & Kesehatan Sendi

  Apakah Anda merasa sendi kaku saat bangun tidur? Lutut terasa nyeri…

Satu Bungkus Mi Instan

  Siapa di sini yang kalau lapar malah kepikiran mi instan? Atau…

Vitamin D: Kunci Tulang Kuat & Imunitas Tubuh

Pernahkah Anda mudah lelah, sering sakit, atau nyeri tulang tanpa sebab jelas?…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Body Scan Meditation
Gaya Hidup Sehat

Body Scan Meditation untuk Deteksi Ketegangan Fisik

By
Nayla Arjuna
Awe Walk
Gaya Hidup Sehat

Awe Walk: Jalan Kaki 15 Menit yang Bisa Memotong Stres 20%

By
Kayla Aditya
AI, DNA, dan Mikrobioma: Tiga Pilar Personalized Nutrition
Gaya Hidup Sehat

AI, Genetika, Mikrobioma untuk Diet Personal

By
Rania Arkan
Percikan air dingin ke wajah memicu refleks alami tubuh untuk menurunkan detak jantung dan menenangkan sistem saraf.
Gaya Hidup Sehat

Percikkan Air Dingin ke Wajah Turunkan Detak Jantung

By
Zahra Dimas
https://fitnesid.com/
Facebook Twitter Pinterest Youtube Instagram
Company
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Privacy Policy
  • Contact US
More Info
  • fitnesid.com

FitnesID.com

Portal Informasi Kesehatan, Fitness, dan Gaya Hidup Sehat

Join Community

Copyright © 2026 fitnesid.com, All Rights Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?