By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Home
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
Follow US
Home » Blog » Obat Kanker Ivonescimab: Lebih Ampuh dari Keytruda?
Berita Kesehatan

Obat Kanker Ivonescimab: Lebih Ampuh dari Keytruda?

Alesha Rizky
Last updated: April 4, 2026 11:55 am
By
Alesha Rizky
Share
7 Min Read
Ilustrasi antibodi bispesifik Ivonescimab obat kanker buatan China menarget PD-1 dan VEGF
Ilustrasi Antibodi Bispesifik Ivonescimab
SHARE

Ivonescimab: Terobosan Antibodi Bispesifik yang Mengubah Standar Terapi

Selama ini, pasien kanker paru yang menjalani imunoterapi sering menghadapi dilema: efektivitas yang terbatas atau efek samping dari kombinasi dua obat terpisah. Namun, hadir sebuah terobosan dari China bernama Ivonescimab yang menawarkan pendekatan revolusioner. Berbeda dengan terapi konvensional yang memerlukan dua suntikan berbeda, Ivonescimab menggabungkan dua mekanisme sekaligus dalam satu molekul. Artikel ini akan membahas bagaimana obat kanker buatan China ini bekerja, seberapa efektif dibandingkan standar emas global, dan bagaimana aksesnya bagi pasien di Indonesia.

Contents
  • Ivonescimab: Terobosan Antibodi Bispesifik yang Mengubah Standar Terapi
  • Mengapa Terobosan dari China Ini Disebut Revolusioner?
  • Data Klinis yang Mencengangkan: Mengalahkan Keytruda
  • Manfaat Ganda yang Terkonfirmasi dari Uji Klinis
  • Profil Keamanan: Efek Samping yang Terkendali
  • Ketersediaan di Indonesia: Apa yang Bisa Dilakukan?
  • Kesimpulan: Terobosan yang Mengubah Lanskap Pengobatan Kanker
  • Referensi

Mengapa Terobosan dari China Ini Disebut Revolusioner?

Ilustrasi antibodi bispesifik Ivonescimab obat kanker buatan China menarget PD-1 dan VEGF
Ilustrasi Antibodi Bispesifik Ivonescimab

Ivonescimab (AK112) adalah antibodi bispesifik kelas pertama (first-in-class) yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi China, Akeso, dan telah mendapat persetujuan dari otoritas obat China (NMPA) pada Mei 2024 [1]. Ia mampu menarget dua molekul kunci dalam perkembangan kanker secara bersamaan: PD-1 dan VEGF.

Agar mudah dipahami, bayangkan sistem imun Anda seperti pasukan keamanan tubuh. Kanker memiliki dua cara untuk meloloskan diri:

  1. PD-1 adalah “rem” yang ditekan kanker agar pasukan imun berhenti menyerang.

  2. VEGF adalah “pompa” yang mendorong pertumbuhan pembuluh darah baru untuk memberi makan tumor.

Ivonescimab bekerja dengan melepas rem dan mematikan pompa dalam satu suntikan. Yang menarik, penelitian menunjukkan bahwa ketika Ivonescimab mengikat VEGF, ikatannya dengan PD-1 justru menjadi lebih kuat menciptakan efek sinergis di mana 1 + 1 > 2 [2].

Data Klinis yang Mencengangkan: Mengalahkan Keytruda

Pertanyaan yang pasti muncul di benak pembaca: “Apakah terapi ini benar-benar lebih baik dari yang sudah ada?” Jawabannya, berdasarkan uji klinis fase 3 HARMONi-2 yang dipresentasikan di World Conference on Lung Cancer 2024, adalah ya, secara signifikan.

Dalam uji coba yang melibatkan 398 pasien dengan kanker paru non-sel kecil (NSCLC) stadium lanjut PD-L1 positif, Ivonescimab dibandingkan langsung dengan Keytruda (pembrolizumab)  obat imunoterapi yang menjadi standar emas global. Hasilnya:

Parameter Ivonescimab Keytruda
Median Progression-Free Survival (PFS) 11,1 bulan 5,8 bulan
Risiko Progresi atau Kematian Turun 49% (HR 0,51) –
Objective Response Rate (ORR) 50% 38,5%
Disease Control Rate (DCR) 89,9% 70,5%

*Sumber: HARMONi-2 trial, dipresentasikan oleh Prof. Caicun Zhou dari Shanghai Pulmonary Hospital [3]*

Grafik perbandingan Ivonescimab vs Keytruda menunjukkan PFS 11,1 bulan berbanding 5,8 bulan
Grafik Perbandingan Ivonescimab vs Keytruda

“Ini adalah studi fase 3 pertama yang menunjukkan peningkatan efikasi yang signifikan secara klinis dengan obat baru dibandingkan pembrolizumab pada NSCLC lanjut,” ujar Prof. Zhou [3]. Keunggulan ini konsisten di semua subkelompok pasien, terlepas dari tingkat ekspresi PD-L1 atau jenis histologi tumor.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan terapi kanker terkini, Anda dapat membaca artikel kami tentang perkembangan imunoterapi terkini dan panduan memilih terapi target.

Manfaat Ganda yang Terkonfirmasi dari Uji Klinis

Tidak hanya pada terapi lini pertama, Ivonescimab juga menunjukkan hasil impresif pada pasien yang lebih sulit diobati: mereka dengan kanker paru non-skuamosa yang telah resisten terhadap terapi target EGFR-TKI.

Dalam uji HARMONi-A, dengan median follow-up 32,5 bulan, kombinasi Ivonescimab dengan kemoterapi menurunkan risiko kematian hingga 26% (HR 0,74) dan risiko progresi penyakit hingga 54% (HR 0,46) dibandingkan kemoterapi saja [4]. Data ini membuat HARMONi-A menjadi studi imunoterapi fase 3 pertama di dunia yang melaporkan manfaat positif untuk overall survival dan progression-free survival secara bersamaan pada populasi yang sulit ini.

Berdasarkan data tersebut, pada November 2024 Ivonescimab resmi masuk dalam daftar obat nasional China (NRDL) sehingga lebih mudah diakses pasien [4].

Profil Keamanan: Efek Samping yang Terkendali

Kekhawatiran umum tentang terapi baru adalah efek samping. Pada uji HARMONi-2, efek samping terkait pengobatan derajat 3 atau lebih berat terjadi pada 29,4% pasien yang menerima Ivonescimab. Angka ini sebanding dengan terapi kombinasi konvensional. Yang membedakan, efek samping yang lebih sering muncul adalah proteinuria (kelebihan protein dalam urine) dan hipertensi khas dari penghambat VEGF namun secara umum dapat dikelola [3].

Yang patut dicatat, tidak ada efek samping imun terkait yang menyebabkan penghentian pengobatan, dan hanya 1,5% pasien yang menghentikan Ivonescimab karena efek samping [3].

Untuk memahami lebih dalam tentang manajemen efek samping terapi kanker, kunjungi halaman tips mengelola efek samping imunoterapi.

Ketersediaan di Indonesia: Apa yang Bisa Dilakukan?

Pertanyaan paling praktis: “Apakah terapi ini sudah tersedia di Indonesia?”

Saat ini, Ivonescimab telah mendapat persetujuan di China dan sedang dalam evaluasi global untuk berbagai tumor padat [2]. Untuk pasien di Indonesia yang tertarik, beberapa opsi dapat dipertimbangkan:

  1. Konsultasi dengan Onkolog: Dokter spesialis dapat mengevaluasi apakah profil genetik dan kondisi pasien sesuai dengan indikasi Ivonescimab.

  2. Uji Klinis: Pantau apakah ada uji klinis fase lanjut yang membuka rekrutmen di Indonesia melalui situs ClinicalTrials.gov.

  3. Medical Tourism: Beberapa pasien memilih berobat ke China atau Singapura di mana terapi ini telah tersedia dengan pengawasan medis yang ketat.

Menurut laporan dari World Health Organization, akses terhadap terapi inovatif terus berkembang seiring dengan peningkatan kerja sama regional di Asia Tenggara.

Kesimpulan: Terobosan yang Mengubah Lanskap Pengobatan Kanker

Ivonescimab bukan sekadar obat baru. Ia adalah bukti bahwa pendekatan bispesifik menyatukan dua mekanisme dalam satu molekul dapat memberikan hasil yang lebih baik dengan efisiensi lebih tinggi. Dengan data yang menunjukkan superioritas terhadap Keytruda di lini pertama dan manfaat survival yang jelas pada pasien resisten, para ahli seperti Dr. John Heymach dari MD Anderson Cancer Center menyebutnya sebagai “kemungkinan standar perawatan baru” di masa depan [2].

Bagi pasien dan keluarga yang sedang berjuang melawan kanker, kehadiran Ivonescimab membawa harapan baru: terapi yang lebih efektif, dengan satu suntikan, dan akses yang semakin luas.

Langkah selanjutnya? Diskusikan dengan dokter onkologi Anda apakah terapi berbasis PD-1/VEGF ini relevan dengan kondisi Anda. Dunia pengobatan kanker bergerak cepat dan terobosan seperti Ivonescimab adalah alasan untuk tetap optimis.


Referensi

  1. National Medical Products Administration (NMPA). Ivonescimab Approval Summary. 2024.

  2. Herbst R, Chen L. The evolving immuno-angiogenic paradigm in NSCLC: lessons from ivonescimab. Nature Reviews Clinical Oncology. 2025;22:461-462. PMID: 40329050. Tersedia di: Nature.com

  3. Zhou C, Chen J, Wu L, et al. Phase 3 study of ivonescimab (AK112) vs pembrolizumab as first-line treatment for PD-L1-positive advanced NSCLC: Primary analysis of HARMONi-2. 2024 World Conference on Lung Cancer. Abstract PL02.04.

  4. Akeso, Inc. Ivonescimab’s Updated Label Shows Positive Dual Results in PFS and OS from HARMONi-A Study. 2026.

TAGGED:AkesoAkeso AK112akses terapi kankeranti-angiogenesisantibodi bispesifikbioteknologi Chinaefek samping IvonescimabEGFR-TKI resistenfirst-in-class antibodyHARMONi-2 trialHARMONi-A trialhipertensiimunoterapi kankerIvonescimabIvonescimab di IndonesiaIvonescimab vs Keytrudakanker paru non-sel kecilketersediaan obat kankermedical tourism kankermekanisme kerja IvonescimabNRDL ChinaNSCLCobat kanker buatan Chinaobat kanker Chinaoverall survivalPD-1 inhibitorPD-1 VEGF inhibitorpembrolizumab comparisonpersetujuan NMPAprofil keamanan imunoterapiprogression-free survivalproteinuriaSumitomo Pharmaterapi kanker Asiaterapi kanker target gandaterapi kombinasi kemoterapiterapi lini pertama kanker paruuji klinis fase 3VEGF inhibitor
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Memilih Sepatu Lari yang Tepat? Baca Ini Dulu Sebelum Beli!

Oleh: Tim Kesehatan & Olahraga Pernahkah Anda membeli sepatu lari mahal, tapi…

Pemanasan Dinamis Sebelum Lari: 5-10 Menit yang Menyelamatkan Lutut Anda

Bayangkan Anda baru saja memutuskan untuk memulai gaya hidup sehat dengan berlari.…

Efek Oksitosin Olahraga Bersama: Kunci Tim Kompak

Pernahkah Anda merasakan sensasi "klik" dengan teman olahraga baru hanya dalam satu…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Ilustrasi Wanita dengan Gejala Computer Vision Syndrome
Berita Kesehatan

Computer Vision Syndrome: Ketika Mata Lelah Akhirnya Berbicara

By
Nayla Fadli
Kombinasi Inovatif Semaglutide dan Cagrilintide dari Novo Nordisk
Berita Kesehatan

Kombinasi Dahsyat Penurun Berat Badan

By
Rania Arkan
sekelompok teman lari pagi bersama di taman kota saling tertawa dan memberi semangat
Berita Kesehatan

Social Fitness Tren 2026: Olahraga Berkelompok vs Gym Solo

By
Zahra Dimas
Masa depan pengobatan obesitas: teknologi gen sekali suntik yang mengubah paradigma.
Berita Kesehatan

Terapi Gen Obesitas: Suntik yang Mengubah Anda Selamanya

By
Nayla Fadli
https://fitnesid.com/
Facebook Twitter Pinterest Youtube Instagram
Company
  • Berita Kesehatan
  • Nutrisi & Diet
  • Gaya Hidup Sehat
  • Fitness & Olahraga
  • Privacy Policy
  • Contact US
More Info
  • fitnesid.com

FitnesID.com

Portal Informasi Kesehatan, Fitness, dan Gaya Hidup Sehat

Join Community

Copyright © 2026 fitnesid.com, All Rights Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?